Monday, 17 August 2026
Kesehatan

--- Tiga Kebiasaan Sederhana untuk Menurunkan Hipertensi Selain Berjalan Kaki ---

--- Hipertensi, yang sering disebut sebagai pembunuh diam, dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius. Selain berjalan kaki, ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membantu mengendalikan tekana...

A
Aryani Sarasvati
06 July 2026 74 pembaca
Foto: Ilustrasi hipertensi (Getty Images/iStockphoto/Everyday better to do everything)
Foto: Ilustrasi hipertensi (Getty Images/iStockphoto/Everyday better to do everything)
---TITLEEXCERPT--- Hipertensi, yang sering disebut sebagai pembunuh diam, dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius. Selain berjalan kaki, ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membantu mengendalikan tekanan darah. ---CONTENT---

Jakarta - Tekanan darah tinggi atau hipertensi dikenal sebagai silent killer karena sering kali tidak menunjukkan gejala, tetapi dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan serius jika tidak ditangani. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke, penyakit jantung, serta gangguan ginjal dalam jangka panjang. Salah satu cara yang sederhana untuk mengurangi risiko tersebut adalah dengan meningkatkan aktivitas berjalan kaki, yang membantu melatih pembuluh darah agar lebih fleksibel dan mengurangi hambatan aliran darah. Namun, berjalan kaki bukanlah satu-satunya metode untuk mengatur tekanan darah.

Pengurangan Asupan Garam

Salah satu langkah yang disarankan untuk menurunkan tekanan darah adalah mengurangi konsumsi garam. Penelitian menunjukkan bahwa membatasi asupan natrium dalam makanan dapat menurunkan tekanan darah pada orang dewasa, terutama yang berusia paruh baya hingga lanjut usia, tanpa menimbulkan efek samping yang merugikan. Natrium dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan, sehingga memberikan tekanan tambahan pada pembuluh darah. Untuk penderita hipertensi, disarankan agar asupan natrium tidak melebihi 1.500 mg per hari.

Ahli gizi Gina Rancourt merekomendasikan pola makan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) yang menekankan pada konsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan, serta membatasi daging merah dan makanan yang tinggi gula. "Tinjauan skala besar menunjukkan bahwa diet DASH adalah intervensi nonobat paling efektif yang tersedia. Ketika Anda menggabungkan diet DASH untuk mengurangi natrium dan gerakan seperti berjalan kaki serta olahraga terstruktur, penurunan tekanan darah bisa sangat efektif," ujarnya.

Pentingnya Hidrasi dan Kualitas Tidur

Memastikan tubuh terhidrasi dengan baik juga berkontribusi pada pengendalian tekanan darah. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar 6-8 gelas air setiap hari dapat mengurangi risiko hipertensi. Kebutuhan cairan harian umumnya sekitar 11,5 gelas untuk perempuan dan 15,5 gelas untuk laki-laki. Meskipun jumlah tersebut terdengar banyak, menjaga tubuh terhidrasi membantu pembuluh darah tetap melebar dengan baik. Asupan cairan tidak hanya berasal dari air, tetapi juga dari buah dan sayuran seperti yang dianjurkan dalam diet DASH. Namun, bagi penderita gagal jantung, pembatasan jumlah cairan dalam tubuh sangat penting.

Kualitas tidur juga memiliki hubungan yang erat dengan tekanan darah. Saat tidur dengan nyenyak, pembuluh darah menjadi lebih rileks dan kadar hormon stres berkurang, sehingga tekanan darah dapat menurun. Gangguan tidur seperti insomnia dapat meningkatkan risiko hipertensi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang dengan pola tidur yang tidak teratur, baik tidur terlalu sedikit maupun terlalu lama, memiliki risiko 20-30 persen lebih tinggi untuk mengalami tekanan darah tinggi.

Durasi dan kualitas tidur sangat penting. Menurut ahli jantung B. Keith Ellis, MD, tidur setidaknya tujuh jam setiap malam adalah hal yang baik. Namun, jika mengalami sleep apnea, kondisi ini dapat menghalangi upaya untuk mendapatkan tidur yang berkualitas. Memiliki kebiasaan tidur yang baik sangat penting untuk mendapatkan istirahat yang cukup. Disarankan untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari. Berolahraga di siang hari dapat membantu mempersiapkan tubuh untuk tidur, tetapi jika berolahraga di malam hari, sebaiknya kurangi intensitasnya agar tidak terlalu terstimulasi.

// Artikel Terkait