Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) memberikan informasi terkini mengenai dampak bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga tanggal 15 Agustus, tercatat 46 orang meninggal dunia, 36 orang mengalami luka berat, dan 77 orang mengalami luka ringan.
Sebaran Korban dan Wilayah Terdampak
Menurut data dari Kemenkes, distribusi korban meninggal dunia adalah sebagai berikut: Kabupaten Sikka 3 orang, Kabupaten Ende 1 orang, Kabupaten Manggarai Timur 17 orang, Kabupaten Nagekeo 1 orang, Kabupaten Manggarai Barat 2 orang, Kabupaten Manggarai 21 orang, dan Kabupaten Ngada 1 orang. Diperkirakan sekitar 2.196.745 jiwa terpengaruh oleh bencana ini, yang meliputi wilayah-wilayah seperti Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Flores Timur.
Kondisi Fasilitas Kesehatan
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan bahwa beberapa fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit dan puskesmas, mengalami kerusakan yang signifikan. "Catatan saya, sekilas kemarin malam, yang sudah teridentifikasi ada 6 Puskesmas rusak berat, puluhan rusak sedang, yang rusak ringannya juga ratusan," ungkapnya saat ditemui di kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta Selatan pada Minggu, 16 Agustus 2026. Ia juga menjelaskan bahwa terdapat 2 rumah sakit yang mengalami kerusakan parah, dengan RSUD Nagekeo menjadi yang paling parah, sementara beberapa lainnya mengalami kerusakan sedang dan ringan.
Pemerintah saat ini berupaya cepat untuk memulihkan daerah yang terdampak setelah gempa. Selain itu, telah dibentuk Health Emergency Operation Center yang bertugas untuk mengidentifikasi dampak gempa terhadap fasilitas kesehatan dan kebutuhan tenaga medis. "Tenaga kesehatan yang ada terdata cukup, cuma kita takutnya ada tenaga kesehatan di Provinsi NTT yang terkena dampak, sehingga kita juga sudah mengirim beberapa tim emergency medical team," tambahnya.