Tuesday, 18 August 2026
Finansial

Sinergi PNM dan OJK Dorong UMKM Perempuan Aceh Menuju Kesuksesan

Kolaborasi antara PNM dan OJK berfokus pada pengembangan UMKM perempuan di Aceh melalui pembiayaan dan penguatan literasi keuangan, membantu mereka untuk bertahan dan berkembang.

S
Salsabila Nur Azzahra
16 August 2026 38 pembaca
PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendampingi perempuan pengusaha ultra mikro di Aceh. (Dok: PNM)
PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendampingi perempuan pengusaha ultra mikro di Aceh. (Dok: PNM)
suara.com Sumber: suara.com

Bagi para pengusaha ultra mikro, keberlangsungan dan perkembangan usaha tidak hanya bergantung pada modal. Kemampuan dalam mengelola keuangan, memahami risiko, mengurus legalitas, serta menganalisis peluang pasar merupakan hal-hal krusial untuk memastikan usaha dapat tumbuh. Hal ini menjadi fokus utama dari kolaborasi antara PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dan Otoritas Jasa Keuangan dalam mendukung perempuan pengusaha ultra mikro di Aceh.

Pembiayaan yang diberikan oleh PNM disertai dengan penguatan literasi keuangan, sehingga nasabah tidak hanya mendapatkan akses modal, tetapi juga pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengelola dan mengembangkan usaha mereka. Lalu Dodot Patria Ary, Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, menyatakan bahwa literasi keuangan sangat penting dalam perjalanan nasabah menuju kemandirian usaha. “Pembiayaan perlu berjalan beriringan dengan literasi keuangan yang tepat. Termasuk literasi keuangan syariah yang sangat relevan dengan Aceh,” ujarnya.

Dampak Positif bagi Nasabah

Strategi ini memberikan dampak yang signifikan. Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 268.231 nasabah PNM Mekaar di Aceh telah merasakan manfaat dari pembiayaan dan pendampingan. Mereka tergabung dalam 19.628 kelompok dan didukung oleh 1.300 pendamping Mekaar yang tersebar di 77 unit di seluruh Aceh. Pendampingan ini juga ditujukan untuk mempersiapkan usaha nasabah agar lebih siap memasuki ekosistem usaha formal. Lebih dari 56.714 nasabah telah dibantu dalam mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB), dan sejumlah nasabah juga telah memperoleh sertifikat halal.

Selain itu, PNM memberikan beasiswa kepada 104 anak nasabah sebagai bagian dari upaya untuk mendorong kemajuan keluarga secara menyeluruh. Salah satu contoh sukses dari inisiatif ini adalah Nur Asma, pemilik usaha “Keripik Pisang Kak Nur”. Sebagai seorang ibu tunggal yang membesarkan tiga anak, Nur Asma memulai usahanya pada tahun 2016. Setelah bergabung dengan PNM Mekaar Syariah pada tahun 2024, usahanya berkembang pesat hingga mencapai grade A dengan plafon pembiayaan sebesar Rp6 juta. Usahanya kini juga telah memiliki NIB dan sertifikat halal berkat pendampingan dari PNM.

Pentingnya Manajemen Usaha

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, menekankan bahwa UMKM perlu terus mengembangkan cara berpikir dan kemampuan dalam mengelola usaha. Ia berpendapat bahwa meskipun usaha dimulai dari rumah, tetap diperlukan perencanaan yang matang, pemahaman pasar, serta pengelolaan keuangan yang baik. “Jangan merasa berkecil hati jika usaha mulai dari dapur rumah tangga. Kita jual produk kita sendiri, kita harus percaya, dan harus cerdas mengelola keuangan, mulai dari menentukan target pasarnya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut semakin relevan ketika usaha kecil mulai menghadapi pasar yang lebih luas. Produk yang menarik perhatian konsumen harus diimbangi dengan kemampuan manajerial yang baik agar pertumbuhannya tidak terhenti pada tren sesaat. “Produk yang viral tanpa manajemen yang baik hanya akan bertahan sesaat. Percuma viral kalau tidak dikelola dengan baik,” tambah Illiza.

Di Aceh, potensi pengembangan UMKM masih sangat besar. Saat ini, lebih dari 4.400 unit usaha di Banda Aceh bergerak di berbagai sektor, termasuk pertanian, kelautan, pariwisata, kuliner, jasa, perdagangan, dan industri pengolahan. Potensi ini dapat terus dikembangkan dari skala kecil melalui kolaborasi dan pendampingan yang berkelanjutan.

Secara keseluruhan, sinergi antara PNM dan OJK tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga memperkuat ekosistem yang membantu pengusaha dalam memahami pengelolaan keuangan, membangun usaha yang lebih teratur, memenuhi aspek legalitas, dan melihat peluang pertumbuhan yang lebih luas. Bagi nasabah PNM Mekaar di Aceh, bekal tersebut menjadi modal penting untuk bertransisi dari sekadar bertahan menuju kesiapan untuk berkembang dan naik kelas.

// Artikel Terkait