Gempa bumi yang terjadi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Sabtu, 15 Agustus, tidak hanya menimbulkan kerusakan pada bangunan dan fasilitas publik, tetapi juga mengganggu kehidupan masyarakat setempat. Dalam situasi ini, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) berkomitmen untuk memastikan bahwa karyawan dan nasabah yang terdampak tidak menghadapi kesulitan sendirian.
Bagi PNM, langkah awal dalam menghadapi bencana seperti ini adalah tidak hanya menghitung kerugian, tetapi juga mengidentifikasi siapa saja yang terkena dampak dan memastikan keselamatan mereka. Oleh karena itu, PNM melakukan inventarisasi dan pemantauan terhadap kondisi karyawan dan keluarganya, serta mendata nasabah yang terkena dampak gempa. Proses ini dilakukan melalui jaringan PNM di daerah untuk mendapatkan informasi yang lebih cepat dan akurat mengenai situasi di lapangan, termasuk kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh karyawan dan nasabah.
Pentingnya Keselamatan dan Dukungan
Ketika bencana terjadi, dampaknya tidak hanya pada tempat tinggal. Usaha kecil seperti warung dapat terhenti, barang dagangan bisa rusak, akses ke pasar mungkin terputus, dan aktivitas ekonomi keluarga harus terhenti untuk sementara waktu. “Dalam kondisi bencana, yang paling utama adalah keselamatan manusia. Karena itu, kami ingin memastikan karyawan dan nasabah PNM yang terdampak berada dalam perhatian kami. Kami sedang menginventarisasi kondisi mereka agar bantuan dan dukungan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ungkap Direktur Utama PNM, Kindaris.
Inventarisasi ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa tidak ada karyawan atau nasabah yang terabaikan. Data yang diperoleh dari lapangan akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan bentuk dukungan selanjutnya, mulai dari kebutuhan dasar hingga dukungan pemulihan setelah situasi kembali aman.
Bantuan Logistik untuk Korban
Seiring dengan proses pendataan, PNM juga menyiapkan bantuan logistik bagi masyarakat yang terkena dampak, terutama bagi karyawan dan nasabah yang membutuhkan. Bantuan ini akan difokuskan pada kebutuhan dasar yang paling mendesak dalam situasi tanggap darurat, seperti makanan, air minum, perlengkapan kebersihan, dan kebutuhan lainnya. Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, menjadi lokasi pertama yang menerima bantuan, dan PNM berencana untuk memperluas cakupan wilayah penerima manfaat.
“Bantuan awal yang terpenting adalah hadir ketika seseorang sedang membutuhkan. Kami ingin bantuan PNM sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, terutama karyawan dan nasabah yang selama ini menjadi bagian dari keluarga besar PNM,” tambahnya. Kehadiran PNM diharapkan dapat memberikan sedikit ruang untuk bernapas di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih. Setelah kebutuhan dasar dan keselamatan terpenuhi, perhatian berikutnya adalah membantu keluarga dan usaha ultra mikro untuk kembali beroperasi.