Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa industri kopi nasional berpotensi memberikan kontribusi ekonomi yang besar, dengan nilai yang bisa mencapai 12,5 miliar dolar Amerika Serikat. Meskipun pertumbuhan jumlah gerai kopi di Indonesia terus meningkat, kualitas barista yang ada saat ini masih perlu ditingkatkan, terutama dalam hal sertifikasi internasional.
Pertumbuhan Gerai Kopi dan Kualitas Barista
Perry menyoroti bahwa pertumbuhan gerai kopi di Tanah Air mencapai sekitar 23,9 persen per tahun. Dia menyatakan, "Kopi Indonesia luar biasa potensinya untuk menembus pasar global. Para petani kopi yang kita didik juara Atlanta berapa kali, di London berapa kali, di Boston ada." Namun, ia juga mencatat bahwa dari sekitar 923 ribu barista yang ada, hanya sekitar 100 orang yang memiliki sertifikasi internasional.
“Tapi sedih. Dari jumlah barista tersertifikasi internasional itu masih sangat terbatas. Akeh sing bikin kopi tapi tidak sertifikasi internasional. Sekarang itu ada 923 ribu barista, 923 ribu barista. Berapa yang sertifikasi internasional? Mung cepek (hanya seratus),” ungkap Perry.
Program Cangkir Barista untuk Meningkatkan Kualitas
Untuk mengatasi masalah ini, Bank Indonesia meluncurkan Program Cangkir Barista sebagai bagian dari Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu. Program ini bertujuan untuk menghasilkan 400 barista bersertifikasi internasional setiap tahunnya. Perry menjelaskan, "Oleh karena itu, lah ini kenapa harus masal sertifikasi internasionalnya melalui program ini ya. Setiap tahun kita akan targetkan 400 barista yang tersertifikasi internasional. Empat kali lipat dari yang sudah ada."
Peserta program akan mengikuti pelatihan kewirausahaan dan kompetensi teknis selama sekitar 2,5 bulan, diikuti dengan magang sebelum mendapatkan sertifikasi. Selain itu, Perry berharap program ini dapat membantu petani kopi mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih baik. Ia meminta para peserta yang berhasil membangun usaha kopi untuk membina petani dalam meningkatkan kualitas hasil panen.
“Nah kalau sudah berhasil cuma kita minta satu: carilah produksi kopi dari petani yang terbagus dan didiklah petani itu. Cara milih buahnya, cara mengeringkannya, cara kemudian memilah-milah kualitasnya karena Anda semuanya nanti akan dapat bahan baku yang berkualitas sehingga dari hilir ke hulu,” tutup Perry.