Monday, 17 August 2026
Kesehatan

--- Pilot Malaysia Terlibat Narkoba Saat Terbang ke Jakarta ---

--- Seorang pilot dari Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman, ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta karena diduga menyelundupkan narkoba dan terbang dalam kondisi terpengaruh zat terlarang. ---

N
Nabila Safira Putri
03 August 2026 59 pembaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/npstockphoto)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/npstockphoto)
---TITLEEXCERPT--- Seorang pilot dari Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman, ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta karena diduga menyelundupkan narkoba dan terbang dalam kondisi terpengaruh zat terlarang. ---CONTENT---

Jakarta - Pilot maskapai Malaysia Airlines bernama Mohd Saufi bin Othman (39) ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dengan tuduhan menyelundupkan narkoba berupa 26 kg ekstasi. Selain itu, pilot tersebut diduga menerbangkan pesawat dalam keadaan menggunakan narkoba.

"Jadi, pada saat terbang itu sedang memakai (narkoba)," ungkap Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, kepada wartawan pada hari Minggu, 2 Agustus 2026.

Hasil dari pemeriksaan tes urine menunjukkan bahwa pilot tersebut positif menggunakan sabu, ineks, dan kokain. Menanggapi insiden ini, pihak Malaysia Airlines menyatakan akan bekerja sama dengan otoritas Indonesia sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Bahaya Narkotika Sabu

Sabu, atau metamfetamin, merupakan narkotika yang sangat berbahaya dan dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan fisik, mental, serta kehidupan sosial penggunanya. Menurut informasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN), sabu dapat merusak sistem saraf pusat, khususnya sel-sel otak yang berkaitan dengan dopamin, neurotransmitter yang berperan dalam pengaturan suasana hati, motivasi, dan kesenangan.

Penggunaan sabu juga dapat menurunkan fungsi kardiovaskular, yang berpotensi meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, serta dapat mengakibatkan berbagai masalah jantung, termasuk serangan jantung, stroke, dan gagal jantung. Selain itu, sabu dapat menyebabkan kerusakan pada gigi dan mulut, serta mengganggu nafsu makan, yang bisa berujung pada malnutrisi dan penurunan berat badan.

Secara psikologis, sabu dapat memicu psikosis, yang mencakup halusinasi, delusi, dan paranoia. Pengguna sering kali merasa terancam oleh orang lain, yang dapat memicu perilaku agresif. Sabu juga dapat mengurangi kemampuan kognitif, menyebabkan masalah memori, kesulitan berkonsentrasi, dan penurunan kemampuan dalam pengambilan keputusan.

Risiko Penggunaan Kokain

Kokain, yang merupakan obat stimulan yang sangat adiktif, juga memiliki risiko kesehatan yang serius. Saat seseorang mengonsumsi kokain, tekanan darah dan detak jantungnya meningkat. Penggunaan kokain dapat mengancam jiwa melalui overdosis dan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan serius seperti serangan jantung, stroke, dan HIV/AIDS.

Gangguan akibat penggunaan kokain dapat merusak hubungan pribadi dan sosial. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami bahaya yang ditimbulkan oleh kedua jenis narkoba ini.

// Artikel Terkait