Jakarta - Baru-baru ini, media sosial dihebohkan oleh mi ayam yang dikenal sebagai 'micin brutal', yang dikabarkan berasal dari Bogor, Jawa Barat. Mi ayam ini terkenal karena porsinya yang sangat besar dan penggunaan saus serta micin (monosodium glutamat) yang berlebihan. Meskipun bumbu yang digunakan tidak biasa, mi ayam ini tetap diminati oleh banyak orang. Namun, muncul pertanyaan mengenai potensi risiko kesehatan yang mungkin ditimbulkan oleh makanan ini.
Menurut dr. Simon Salim, SpPD-KKV, seorang spesialis penyakit dalam dengan subspesialisasi kardiovaskular dari Brawijaya Hospital, konsumsi garam atau natrium yang berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi. "Karena hipertensinya ini, pada ujungnya bisa membikin jantung dan ginjal bermasalah. Selain itu juga, pada beberapa pasien yang memang sudah memiliki gangguan jantung sebelumnya, garam yang tinggi itu bisa membuat air lebih ketahan di dalam badan," jelas dr. Simon saat ditemui setelah acara detikSore pada Senin (10/8/2026).
Risiko Kelebihan Air dalam Tubuh
Lebih lanjut, dr. Simon menambahkan bahwa kelebihan air dalam tubuh dapat memperburuk kondisi bagi mereka yang sudah memiliki masalah dengan fungsi pompa jantung. "Kelebihan air ini yang kadang-kadang pada mereka yang fungsi pompa jantungnya udah turun jadi lebih jelek," ujarnya.
Pola Konsumsi dan Dampaknya
Dokter Simon juga menekankan bahwa tekanan darah tinggi tidak muncul secara tiba-tiba. Hal ini dipengaruhi oleh seberapa banyak natrium yang dikonsumsi serta faktor lainnya dalam jangka waktu yang lama. "Jadi kita nggak bisa bilang hanya satu kali itu, kan kombinasinya banyak nih. Berapa sering dia makan, berapa lama dia makan. Kalau hanya satu kali, belum tentu kelihatan masalahnya," ungkapnya.
Ia menambahkan, "Jadi dari dia makan, nggak detik itu juga dia bikin hipertensi seumur hidup. Terus ketika dia hipertensi nggak detik itu juga langsung kena stroke."
Dengan demikian, penting untuk memperhatikan pola makan dan konsumsi natrium agar kesehatan jantung tetap terjaga, terutama bagi mereka yang sering mengonsumsi makanan dengan kadar garam tinggi.