DPP PDI Perjuangan merayakan Hari ASI Internasional dengan tema "ASI Eksklusif: Perjuangan Dimulai dari Pelukan Ibu" di Lapangan Sekarwangi, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis (6/8). Dalam acara tersebut, hadir Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, dan Wakil Bupati Sukabumi, Andreas Sukmara. Beberapa pengurus DPP PDIP lainnya seperti Sri Rahayu, Wuryanti Sukamdani, Sadarestuwati, dan Mercy Barends juga turut meramaikan acara ini.
Acara yang berlangsung meriah ini juga dihadiri oleh anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, seperti Once Mekel dan Yulius, serta penyanyi Krisdayanti yang menyapa masyarakat. Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, Bintang Puspayoga, bersama dr. Ribka Tjiptaning, juga menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut. Keduanya berinteraksi langsung dengan para ibu yang membawa anak-anak mereka yang berusia di bawah enam bulan.
Pentingnya ASI Eksklusif dan Metode CUP
Dalam dialog tersebut, Bintang Puspayoga memberikan edukasi mengenai pentingnya ASI eksklusif dan program Keluarga Berencana (KB). Ia menekankan bahwa pemberian ASI pertama atau kolostrum sangat penting bagi bayi, serta pentingnya menjaga ikatan emosional antara ibu dan anak di era digital. "ASI eksklusif itu memang enam bulan, ya, Mbak Ning, ya, tetapi akan menjadi sangat amat penting itu adalah ASI yang pertama kali," ungkap Bintang saat berbicara dengan para ibu.
Bintang juga memperkenalkan metode bonding yang disebut "CUP", yang merupakan singkatan dari Cium, Usap, Peluk. Ia menekankan pentingnya metode ini bagi para ibu untuk membangun kedekatan dengan anak-anak mereka. "Apa itu CUP dulu, Mbak? CUP itu apakah? Cium, Usap, Peluk. Itu akan menjadi penting bagi Ibu-Ibu semuanya kepada anak-anaknya supaya ketemu bonding-nya dengan anaknya. Siap tidak Ibu-Ibu?" tanyanya yang disambut antusias oleh warga.
Menjawab Mitos Seputar Menyusui
Ribka Tjiptaning, yang juga memiliki latar belakang sebagai dokter, menjelaskan keunggulan kolostrum dan manfaat menyusui bagi kesehatan ibu. Ia menanggapi mitos yang sering membuat ibu ragu untuk menyusui anak di bawah enam bulan. "Betul. Ya, jadi Bu, itu kolostrum namanya. Itu mengandung antibodi dan antistunting, daya tahannya itu sangat tinggi. Saya enam anak, ASI semua. Jangan takut peyot, Bu! Katanya kalau nanti ASI, teteknya jadi jelek. Enggak, Bu. Saya kasih susu enam (anak, red), bukan makin peyot, makin oke, Bu," jelasnya.
Ribka juga mengingatkan agar para ibu memberikan ASI eksklusif setidaknya selama enam bulan pertama kehidupan bayi. "Jadi, jangan takut peyot. Nanti itu makanya harus minimal enam bulan. Bisa terus, tidak apa-apa," tambahnya. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya program Keluarga Berencana untuk kesejahteraan keluarga. "Habis itu yang belum KB, KB, ya. Jangan kabeh," ajaknya kepada warga yang hadir.
Melihat masih banyaknya warga yang memiliki banyak anak dan belum mengikuti program KB, Ribka memberikan imbauan terkait tantangan ekonomi saat ini. "Aduh Bu, nanti mbrojol terus bagaimana? Sekarang biaya sekolah mahal, apa mahal, makanan mahal, jadi harus bisa ya," tuturnya.