Sunday, 17 May 2026
Politik & Hukum

Perayaan 125 Tahun Soekarno, Megawati Sampaikan Salam untuk Putin

Kedutaan Besar Rusia di Jakarta akan mengadakan serangkaian kegiatan untuk memperingati 125 tahun kelahiran Soekarno, yang disampaikan oleh Duta Besar Rusia dalam pertemuan dengan Megawati Soekarnoput...

L
Lucas Fabian
09 May 2026 7 pembaca
Perayaan 125 Tahun Soekarno, Megawati Sampaikan Salam untuk Putin
Rusia Peringati 125 Tahun Soekarno, Megawati Titip Salam untuk Putin
jpnn.com Sumber: jpnn.com

Kedutaan Besar Rusia di Jakarta berencana untuk merayakan 125 tahun kelahiran Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia, melalui berbagai kegiatan khusus. Rencana ini diungkapkan oleh Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, saat bertemu dengan Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 RI dan Ketua Umum PDI Perjuangan, di kediamannya di Menteng, Jakarta, pada Kamis (7/5).

Pentingnya Soekarno dalam Hubungan Indonesia-Rusia

Menurut Tolchenov, Soekarno merupakan sosok yang sangat berperan dalam membangun hubungan erat antara Indonesia dan Rusia sejak zaman Uni Soviet. "Kami ingin memperingati 125 tahun Bapak Soekarno. Beliau lahir 6 Juni 1901 dan tahun ini bertepatan dengan yubileum 125 tahun Bung Karno," ujarnya. Ia juga menyatakan bahwa Kedutaan Rusia akan menerbitkan tulisan tentang Soekarno dan meminta Megawati untuk memberikan kontribusi.

Kegiatan Bulan Bung Karno dan Kenangan Megawati

Megawati menyambut baik inisiatif tersebut dan menyampaikan bahwa PDI Perjuangan juga akan mengadakan rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno pada bulan Juni mendatang. Dalam perbincangan yang hangat, Megawati mengenang hubungan dekat keluarganya dengan para pemimpin Uni Soviet dan Rusia, termasuk tokoh-tokoh seperti Kliment Voroshilov, Nikita Khrushchev, dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya telah mengenal Putin sejak masih menjabat di Pemerintah Kota St. Petersburg saat menjadi anggota DPR RI. "Sampaikan salam hangat saya kepada Presiden Putin," kata Megawati.

Megawati juga mengingat kunjungannya ke Rusia ketika menjabat sebagai Presiden RI untuk melakukan pembelian alat utama sistem persenjataan, termasuk pesawat tempur Sukhoi. Ia menjelaskan bahwa pada saat itu, Indonesia menghadapi kondisi ekonomi yang sulit, sehingga ia mengambil langkah inovatif dengan melakukan transaksi langsung menggunakan mata uang rubel dan skema barter komoditas. "Saya bilang waktu itu tidak punya uang dan tidak mau konversi ke dolar AS, tapi langsung ke rubel. Karena uangnya tidak cukup, kami tawarkan barter dengan komoditas seperti kedelai dan lainnya. Akhirnya tercapai kesepakatan," ungkap Megawati.

Megawati juga mempertanyakan ketergantungan perdagangan internasional Indonesia yang masih sangat bergantung pada dolar AS. Ia berpendapat bahwa transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan negara-negara besar. Dalam kesempatan itu, Megawati berharap agar pesawat Sukhoi milik Indonesia dapat memperoleh dukungan perawatan dan overhaul dari Rusia.

Menanggapi hal tersebut, Tolchenov menyatakan bahwa kerja sama yang dibangun pada masa pemerintahan Megawati merupakan fondasi penting bagi hubungan bilateral kedua negara hingga saat ini. "Alutsista Rusia mulai masuk Indonesia pada masa Presiden Megawati. Itu menjadi dasar kerja sama yang sangat baik," ujar Tolchenov.

// Artikel Terkait