Jakarta - Kanker prostat termasuk dalam kategori kanker yang paling sering dialami oleh pria, terutama di kalangan lansia. Banyak yang bertanya-tanya apakah ada cara untuk mencegah penyakit ini. Hingga kini, belum ada metode yang terbukti efektif untuk mencegah kanker prostat secara definitif. Berbagai penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil yang bervariasi, dan mayoritas studi tersebut tidak dirancang untuk membuktikan apakah metode tertentu benar-benar dapat mencegah penyakit ini.
Meski demikian, para ahli kesehatan merekomendasikan beberapa kebiasaan sehat yang dapat membantu mengurangi risiko kanker prostat. Selain itu, kebiasaan ini juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, metabolisme, dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Rutinitas Sehat untuk Menurunkan Risiko Kanker Prostat
Berdasarkan informasi dari Mayo Clinic, berikut adalah beberapa rutinitas yang dapat membantu menurunkan risiko kanker prostat:
Konsumsi Lebih Banyak Buah dan Sayur
Buah dan sayuran kaya akan vitamin dan nutrisi yang dipercaya dapat membantu mengurangi risiko kanker prostat. Pola makan yang tinggi serat dari buah dan sayur juga dapat membuat seseorang merasa kenyang lebih lama, sehingga mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori dan rendah gizi.
Pilih Makanan Rendah Lemak dan Batasi Produk Susu
Makanan yang mengandung lemak, seperti kacang-kacangan, minyak, serta produk susu seperti susu dan keju, perlu diperhatikan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi lemak dalam jumlah besar memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat. Namun, ada juga penelitian lain yang tidak menemukan hubungan yang sama. Meskipun demikian, disarankan untuk membatasi konsumsi makanan berlemak guna membantu menjaga berat badan dan menurunkan risiko penyakit jantung. Cara sederhana yang bisa dilakukan termasuk memilih daging tanpa lemak, mengurangi penggunaan minyak atau mentega saat memasak, serta memilih produk susu yang rendah lemak.
Spesialis urologi, dr Adistra Imam Satjakoesoemah, SpU, FICS, juga menyarankan untuk mengurangi beberapa jenis makanan guna menurunkan risiko masalah pada prostat. "Ada makanan-makanan yang sifatnya prokarsinogenik, overall sebenarnya bukan buat prostat doang. Red meat (daging merah), kemudian dairy food, susu dan produk turunannya. Itu ada chance, ada risiko. Sekali lagi ini bukan menyebabkan ya, tapi ada risiko," jelasnya.
Berolahraga Secara Teratur
Berbagai penelitian mengenai hubungan antara olahraga dan kanker prostat menunjukkan bahwa individu yang aktif berolahraga cenderung memiliki risiko lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak berolahraga. Olahraga memberikan banyak manfaat, termasuk menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker serta membantu mempertahankan berat badan yang sehat. Disarankan untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang selama 150-300 menit per minggu atau aktivitas fisik intensitas tinggi selama 75-150 menit per minggu, atau kombinasi keduanya.
Dr Adistra juga menekankan bahwa gaya hidup sedentari dapat berdampak negatif pada kesehatan, termasuk meningkatkan risiko masalah pada prostat. "Kaum-kaum mager baiknya itu (perbanyak gerak). Semuanya sih bisa risk-nya meningkat. Sakit jantung dan lain-lain. Jadi olahraga teratur, aktivitas fisik, tadi juga diabetes juga," tambahnya.
Menjaga Berat Badan Ideal
Obesitas sering kali dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis. Oleh karena itu, bagi mereka yang memiliki berat badan berlebih, penting untuk menurunkan berat badan dengan cara mengurangi asupan kalori dan meningkatkan aktivitas fisik.
Faktor Risiko Kanker Prostat
Menurut informasi dari Cleveland Clinic dan Mayo Clinic, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker prostat meliputi:
- Usia: Risiko kanker prostat meningkat seiring bertambahnya usia, dengan sekitar 60 persen kasus terjadi pada individu yang berusia di atas 65 tahun.
- Riwayat keluarga kanker prostat: Seseorang memiliki risiko dua hingga tiga kali lebih tinggi terkena kanker prostat jika ada anggota keluarga dekat yang mengidap penyakit ini.
- Riwayat keluarga terkait perubahan DNA: Beberapa perubahan DNA yang meningkatkan risiko kanker dapat diturunkan dari orang tua kepada anak. Perubahan pada gen BRCA1 dan BRCA2 diketahui dapat meningkatkan risiko kanker prostat.
- Obesitas: Individu yang mengalami obesitas memiliki kemungkinan risiko kanker prostat yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki berat badan sehat.
Dengan menerapkan kebiasaan sehat ini, diharapkan risiko kanker prostat dapat diminimalkan.