Monday, 17 August 2026
Politik & Hukum

PDI Perjuangan Rayakan Hari ASI Internasional, Hasto: Ini Sebagai Refleksi Kekuasaan Elite

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa peringatan Hari ASI Internasional oleh partainya merupakan bentuk refleksi terhadap kekuasaan di tingkat elite politik.

I
Intan Permatasari
08 August 2026 56 pembaca
PDIP Peringati Hari ASI Internasional, Hasto: Ini Bentuk Autokritik Watak Kekuasaan Tingkat Elite
PDIP Peringati Hari ASI Internasional, Hasto: Ini Bentuk Autokritik Watak Kekuasaan Tingkat Elite
jpnn.com Sumber: jpnn.com

SUKABUMI - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa kegiatan peringatan Hari ASI Internasional yang dilakukan oleh partainya merupakan cerminan dari karakter pergerakan partai serta sebagai bentuk refleksi terhadap kekuasaan di kalangan elite politik nasional. Pernyataan tersebut disampaikan Hasto usai menghadiri peringatan tersebut di Lapangan Sekarwangi, Cibadak, Sukabumi, pada Kamis (6/8).

"Ini sekaligus sebagai autokritik atas watak kekuasaan di tingkat elite yang sering kali terjebak pada penyalahgunaan kekuasaan, penyalahgunaan hukum," ujarnya pada kesempatan itu. Hasto menambahkan, melalui peringatan Hari ASI Internasional, PDI Perjuangan ingin menegaskan komitmennya untuk berpolitik demi kepentingan rakyat.

Tema Peringatan dan Kesadaran akan ASI

Partai ini mengusung tema "ASI Eksklusif: Perjuangan Dimulai dari Pelukan Ibu" dalam rangkaian acara di Sukabumi. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya ASI eksklusif bagi pertumbuhan, daya tahan tubuh, serta kecerdasan anak-anak Indonesia di masa depan.

Hasto menjelaskan bahwa pemilihan Kabupaten Sukabumi sebagai lokasi acara bukan tanpa alasan. "Sukabumi merupakan daerah dengan populasi yang padat dan masih menghadapi tantangan stunting yang tinggi, mencapai 20,5 persen," ujarnya. Dia juga menambahkan bahwa Jawa Barat memiliki hubungan emosional yang kuat dengan Proklamator RI, Soekarno.

Warisan Bung Karno dan Kedaulatan Pangan

Hasto menyoroti peran Bung Karno yang menjadi pelopor Konferensi Dokter Anak Asia-Afrika setelah Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung. Selain itu, Bung Karno juga berkontribusi dalam merumuskan kedaulatan pangan nasional yang berbasis pada komoditas lokal melalui Buku Mustika Rasa, yang bertujuan untuk menjamin kecukupan gizi bagi masyarakat Indonesia.

"Ya, apalagi tradisi yang ada di Jawa Barat ini dengan kebutuhan sayur-sayuran, kita akan mendorong bahwa Buku Mustika Rasa sebagai kecukupan gizi bagi manusia-manusia Indonesia menjadi keseharian di dalam menyediakan makanan bagi kita semua," tambahnya.

Mengenai persiapan PDI Perjuangan menjelang Pemilu 2029, Hasto menekankan pentingnya kerja politik yang nyata, bukan sekadar membagikan bantuan sosial secara instan. "PDI Perjuangan berkomitmen untuk mengedukasi dan mengorganisasi masyarakat di tingkat akar rumput agar dapat berdaya secara mandiri," tutupnya.

// Artikel Terkait