Monday, 17 August 2026
Kesehatan

Menyadari Risiko, Kenali Penyebab Kerusakan Ginjal yang Tanpa Gejala

Penyakit ginjal sering kali tidak terdeteksi hingga mencapai tahap parah karena tidak menunjukkan gejala awal yang jelas. Kebiasaan sehari-hari dapat berkontribusi terhadap kerusakan organ vital ini.

N
Naufal Akbar Abdila
04 August 2026 53 pembaca
Foto ilustrasi: Getty Images/Sewcream
Foto ilustrasi: Getty Images/Sewcream

Jakarta - Banyak orang tidak menyadari adanya masalah pada ginjal mereka. Hal ini karena kerusakan pada organ penting ini sering berlangsung tanpa gejala yang mencolok. Banyak pasien baru menyadari adanya gangguan ginjal saat mereka menjalani pemeriksaan kesehatan rutin. Sayangnya, ketika gejala fisik mulai muncul, kerusakan ginjal biasanya sudah dalam kondisi yang cukup serius.

Dr. Sumiran Mahajan, seorang konsultan nefrologi di KIMS Hospitals Thane, India, menjelaskan bahwa kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele dapat berdampak besar pada kesehatan ginjal. "Ada hal-hal kecil yang dilakukan sehari-hari yang dampaknya sangat signifikan ke ginjal. Terlalu banyak makan junk food dan konsumsi garam berlebih itu memberi tekanan ekstra yang tidak perlu pada ginjal," ujarnya.

Ia juga menekankan bahaya dari penggunaan obat tanpa resep dokter, terutama obat pereda nyeri. "Penggunaan obat pereda nyeri tanpa saran medis bisa berdampak jangka panjang pada kondisi ginjal. Ini makin riskan buat orang yang punya riwayat diabetes dan hipertensi, karena dua kondisi itu merusak pembuluh darah penopang ginjal," tambahnya.

Perlunya Kesadaran Dini

Dr. Sumiran menekankan pentingnya pencegahan dalam perawatan ginjal. "Perawatan ginjal itu pada dasarnya langkah pencegahan. Masyarakat harus paham kalau penyakit ginjal di stadium awal memang sering tidak bergejala, supaya makin siaga mengambil tindakan pencegahan," jelasnya.

Faktor Penyebab Kerusakan Ginjal

Senada dengan pernyataan Dr. Sumiran, Dr. Nikhil Bhasin, konsultan nefrologi di Wockhardt Hospitals Mumbai Central, India, menjelaskan bahwa ginjal memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa. "Kerusakan ginjal itu seringnya berkembang pelan-pelan dan tenang. Makanya banyak orang tidak sadar sampai kondisinya sudah parah. Organ ini sangat adaptif, jadi meski fungsinya sudah mulai turun, tubuh belum tentu menunjukkan gejala peringatan di fase awal," ungkap Dr. Nikhil.

Dia juga menyebutkan bahwa beberapa sinyal halus baru muncul saat kerusakan ginjal sudah berlanjut, tetapi sering kali diabaikan, seperti pembengkakan ringan pada kaki, rasa lelah yang tidak biasa, sering buang air kecil di malam hari, dan penurunan nafsu makan. "Faktor utama pemicu kerusakan diam-diam ini meliputi diabetes yang tidak terkontrol, tekanan darah tinggi, konsumsi painkiller berlebih, hingga faktor keturunan. Gaya hidup seperti kebiasaan makan tinggi garam, kurang minum air putih, dan malas berolahraga juga memperparah kondisi ini," tambahnya.

// Artikel Terkait