Wednesday, 01 July 2026
Politik & Hukum

IKA BEM Nusantara Bertemu Jokowi di Solo untuk Konsolidasi Kebangsaan

Pengurus Besar Ikatan Alumni BEM Nusantara melakukan kunjungan kepada Presiden Joko Widodo di Solo untuk membahas kepemimpinan generasi muda dan persatuan bangsa.

S
Salsabila Nur Azzahra
17 June 2026 49 pembaca
IKA BEM Nusantara Sowan Jokowi di Solo, Ini Agendanya
IKA BEM Nusantara Sowan Jokowi di Solo, Ini Agendanya
jpnn.com Sumber: jpnn.com

Pengurus Besar Ikatan Alumni (PB-IKA) BEM Nusantara melakukan kunjungan kepada Presiden Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, pada hari Senin, 15 Juni. Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk melakukan konsolidasi kebangsaan dengan sejumlah tokoh nasional, membahas isu kepemimpinan yang berkaitan dengan masa depan generasi muda.

Agenda Pertemuan dengan Jokowi

Wahyu Irawan, Ketua PB IKA BEM Nusantara, menyatakan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyerap pandangan mengenai kepemimpinan dan peran generasi muda dalam menentukan arah bangsa. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menekankan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat soliditas, dan menyiapkan generasi muda yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat.

Rencana Audiensi Selanjutnya

Setelah bertemu dengan Jokowi, PB IKA BEM Nusantara dijadwalkan untuk bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Rabu, 17 Juni. Wahyu menjelaskan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari konsolidasi organisasi menjelang pelantikan kepengurusan PB IKA BEM Nusantara yang akan berlangsung pada 18 Juni 2026 di Jakarta.

Wahyu menambahkan bahwa IKA BEM Nusantara bertekad untuk menjadi wadah bagi alumni mahasiswa dalam melahirkan pemimpin muda yang memiliki semangat pengabdian kepada bangsa. Ia percaya bahwa kepemimpinan Indonesia di masa depan berada di tangan generasi muda, dan alumni BEM Nusantara harus menjadi penggerak gagasan, inovasi, dan kolaborasi untuk kemajuan bangsa.

Komunikasi dengan para tokoh nasional akan terus berlanjut. Wahyu menekankan pentingnya membangun dialog konstruktif dengan pemimpin bangsa untuk menyiapkan estafet kepemimpinan yang kuat dan adaptif, serta dekat dengan aspirasi generasi muda. Ia menegaskan bahwa generasi muda harus berperan aktif dalam pembangunan, bukan hanya sebagai objek, tetapi sebagai pelaku utama yang menentukan arah Indonesia ke depan.

// Artikel Terkait