Monday, 17 August 2026
Kesehatan

--- Cara Aman Menurunkan Berat Badan dan Waspada Obat Diet Berbahaya ---

--- Menurunkan berat badan secara efektif, terutama bagi individu dengan obesitas, memerlukan pendekatan yang tepat. Diet ekstrem dan penggunaan obat tidak terdaftar dapat menimbulkan risiko kesehatan...

A
Arga Pratama
14 August 2026 40 pembaca
Spesialis gizi klinis Rumah Sakit Brawijaya sekaligus Bachelor of Medical Science dr Prinindita Artiara Dewi, SpGK (Foto: Ari Saputra/detikHealth)
Spesialis gizi klinis Rumah Sakit Brawijaya sekaligus Bachelor of Medical Science dr Prinindita Artiara Dewi, SpGK (Foto: Ari Saputra/detikHealth)
---TITLEEXCERPT--- Menurunkan berat badan secara efektif, terutama bagi individu dengan obesitas, memerlukan pendekatan yang tepat. Diet ekstrem dan penggunaan obat tidak terdaftar dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius. ---CONTENT---

Jakarta - Proses penurunan berat badan, khususnya bagi mereka yang mengalami obesitas, harus dilakukan dengan metode yang benar. Keinginan untuk mendapatkan hasil cepat sering kali mendorong individu untuk menjalani diet yang sangat ketat.

Dokter spesialis gizi klinis dari Rumah Sakit Brawijaya, dr Prinindita Artiara Dewi, SpGK, menjelaskan bahwa salah satu kesalahan umum yang masih terjadi adalah pengurangan asupan makanan secara drastis. Contohnya, hanya makan sekali dalam sehari atau menghindari kelompok makanan tertentu. "Misalnya satu kali makan sehari atau memilih-milih makanannya. Jadi tidak mau makan karbohidrat sama sekali, hanya makan protein saja misalnya contohnya seperti itu," ujarnya dalam acara Health Corner bertema 'Kelola Obesitas Secara Aman, Waspada Produk Obat Abal-abal', pada Jumat (14/8/2026).

Kebutuhan Nutrisi yang Seimbang

Menurut dr Prinindita, tubuh memerlukan berbagai zat gizi agar dapat berfungsi dengan optimal. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi, sedangkan protein berfungsi sebagai zat pembangun. Selain itu, tubuh juga memerlukan lemak, serat, serta berbagai nutrisi dari sayuran dan buah-buahan.

Bahaya Obat Penurun Berat Badan yang Tidak Terdaftar

Selain menerapkan diet ekstrem, dr Prinindita juga mengingatkan agar tidak sembarangan membeli obat penurun berat badan yang tidak memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ia memberikan contoh obat yang telah ditarik dari peredaran sejak tahun 2010, tetapi masih ditemukan di pasaran. "Itu ternyata masih beredar di pasaran itu efeknya berbahaya sekali," tambahnya.

Dokter ini juga memperingatkan agar masyarakat berhati-hati dalam membeli obat penurun berat badan secara online. Menurutnya, penggunaan obat tertentu dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi kesehatan, termasuk risiko penyakit jantung. "Jadi kalau misalnya sampai em orang-orang di luar sana melihat online kemudian akan membeli itu nanti akan ada konsekuensinya karena obat tersebut dapat menyebabkan resiko-resiko penyakit jantung bahkan," jelasnya.

Ia mencatat adanya peningkatan sebesar 16 persen dalam kasus komplikasi setelah dilakukan penelitian, yang akhirnya menyebabkan obat tersebut ditarik dari peredaran. "Nah jadi istilahnya lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya," pungkasnya.

// Artikel Terkait