Ekonomi kreatif di Indonesia semakin menunjukkan potensi yang mengesankan. Melalui platform YouTube, para kreator telah berhasil menyumbang sebesar Rp8,4 triliun untuk Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2025. Google mengungkapkan bahwa ide-ide kreatif di Indonesia telah berkembang menjadi profesi yang berkelanjutan dan signifikan.
Transformasi Kreator Menjadi Pelaku Ekonomi
Banyak kreator di YouTube yang awalnya hanya mengelola kanal pribadi, kini telah bertransformasi menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. "Ekosistem kreatif YouTube di Indonesia sudah berkontribusi lebih dari 8,4 triliun produk domestik bruto atau PDB di Indonesia," jelas Veronica Utami, Country Director Google Indonesia, dalam sebuah acara di Jakarta.
Dampak dari ekosistem ini juga meluas hingga ke berbagai sektor di luar platform. Berbagai studio, pemasok, dan penyedia layanan lokal di seluruh Indonesia turut mengalami pertumbuhan yang signifikan.
Penciptaan Lapangan Kerja dan Dukungan Pendapatan
Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Oxford Economics, ekosistem kreatif YouTube diperkirakan akan mendukung lebih dari 190 ribu lapangan kerja penuh waktu di Indonesia pada tahun 2025. "Ekosistem ini juga membantu 81 persen kreator-kreator di Indonesia memperoleh pendapatan dari YouTube untuk menjangkau audiens internasional," tambah Veronica.
Perkembangan ekosistem kreatif ini juga didorong oleh pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin maju. Data dari Public First menunjukkan bahwa hampir dua pertiga pengguna AI di Indonesia berada pada tingkat menengah dan mahir, dengan 63 persen masyarakat Indonesia termasuk dalam kategori tersebut, angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Amerika Serikat yang hanya 46 persen.
"Kelompok pengguna menengah yang cakap ini (49 persen pengguna AI Indonesia tingkat menengah) siap untuk melangkah lebih jauh," ungkap Public First.
Peningkatan Kreativitas dan Potensi Ekonomi
Adopsi AI di Indonesia juga berpotensi meningkatkan kreativitas. Menurut Public First, alat AI generatif dapat membuka potensi kreatif lebih luas, meningkatkan produktivitas dan inovasi di sektor kreatif, serta membantu tugas kreatif di seluruh perekonomian. Dampak dari kegiatan kreatif ini di berbagai industri diperkirakan bisa empat kali lebih besar dibandingkan pengaruhnya pada profesi kreatif.
Public First memproyeksikan potensi ekonomi dari penerapan penuh alat media generatif yang didukung AI mencapai Rp66 triliun per tahun. Selain itu, pemanfaatan AI diperkirakan dapat meningkatkan produktivitas dengan menghemat 390 jam kerja per tahun, setara dengan 50 hari kerja bagi pekerja di sektor kreatif. Teknologi AI juga diprediksi dapat melahirkan 1,8 juta kreator baru pada tahun 2035, serta meningkatkan 30 persen lapangan pekerjaan di sektor kreatif formal dalam satu dekade mendatang.