Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengumumkan bahwa wabah Hantavirus yang sempat terjadi di kapal pesiar MV Hondius telah berakhir. Pengumuman ini dibuat setelah semua individu yang terpapar dinyatakan negatif dan menyelesaikan masa karantina mereka.
Sebanyak 13 orang terinfeksi dalam wabah ini, dengan 3 di antaranya meninggal dunia. Kasus ini menjadi perhatian khusus bagi para epidemiolog karena melibatkan galur Hantavirus Andes yang jarang, yang biasanya hanya ditemukan di Argentina dan Chile.
Penyelesaian Masa Karantina
Hari ini, kontak terakhir dari mereka yang terpapar Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius telah menyelesaikan masa karantina, dinyatakan negatif, dan telah kembali ke rumah," jelas Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pernyataannya. Tedros juga menambahkan bahwa tidak ada laporan kasus baru yang diterima sejak 25 Mei, sehingga WHO menyatakan bahwa rantai penularan wabah ini telah terputus sepenuhnya.
Proses Penanganan dan Pembersihan
Kapal pesiar yang beroperasi di wilayah kutub ini berlayar dari Ushuaia, Argentina, dan melakukan perjalanan melalui pulau-pulau terpencil di Samudra Atlantik Selatan, termasuk Tristan da Cunha, sebelum menuju Tenerife di Kepulauan Canary, Spanyol, tempat penumpang diterbangkan pulang. Kapal tersebut akhirnya bersandar di Rotterdam, Belanda, setelah menjalani proses pembersihan dan disinfeksi secara menyeluruh sebelum diizinkan kembali berlayar.
Pihak otoritas kesehatan global bertindak cepat dalam menangani situasi ini. Tedros mengungkapkan bahwa lebih dari 650 kontak erat telah diidentifikasi dan dipantau secara ketat oleh otoritas kesehatan di 33 negara dan wilayah yang berbeda.