JAKARTA, iNews.id – Rhabdomyolysis menjadi salah satu kondisi yang berpotensi membahayakan bagi individu yang memaksakan diri untuk berolahraga ketika tubuh sedang sakit. Meskipun olahraga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, melakukan aktivitas fisik yang berat saat sistem imun berjuang melawan infeksi dapat menyebabkan kerusakan otot yang serius dan bahkan mengancam nyawa.
Pentingnya Memahami Kesehatan Tubuh
Dokter dan influencer kesehatan, dr Tirta Mandira Hudhi, mengingatkan bahwa saat seseorang sakit, tubuh memerlukan waktu dan energi untuk pulih. Oleh karena itu, berolahraga tidaklah tepat ketika seseorang mengalami infeksi, terutama pada penyakit berat seperti demam berdarah dengue (DBD), demam tifoid, diare, atau keracunan makanan.
"Itu fakta, ketika kita sakit imunitas kita itu lagi drop, dan tubuh kita lagi kena pressure atau stress. Sehingga tubuh tuh memerlukan energi tambahan untuk me-recover infeksi sistemik tersebut. Apalagi kalau penyakitnya tuh berat kayak DBD, demam tifoid, diare, keracunan," ungkap dr Tirta dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya.
Risiko Memaksakan Diri Berolahraga
Menurut dr Tirta, memaksakan diri untuk berolahraga saat mengalami infeksi sistemik hanya akan menambah beban pada tubuh. Hal ini dapat memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko komplikasi yang lebih serius.
"Kalau misalkan dia kena infeksi sistemik dan memaksakan untuk olahraga, itu bebannya tambah berat. Bisa kena di infeksinya lebih lama, atau bisa kena ke organ lainnya yang lebih parah," jelasnya.