Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap modus penipuan yang dikenal dengan istilah silent call. Penipuan ini dapat berpotensi menguras rekening korban tanpa sepengetahuan mereka.
Silent call terjadi ketika seseorang menerima panggilan telepon tanpa suara dari nomor yang tidak dikenal. Setelah panggilan tersebut, pelaku biasanya akan menghubungi korban kembali dengan alasan tertentu. Para ahli keamanan siber mengingatkan bahwa penipuan ini sering kali digunakan untuk mencuri informasi pribadi atau data perbankan.
Para korban yang terjebak dalam modus ini sering kali tidak menyadari bahwa mereka telah memberikan informasi sensitif kepada penipu. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tidak langsung mengikuti instruksi yang diberikan melalui telepon dari nomor yang tidak dikenal. Jika menerima panggilan seperti itu, disarankan untuk tidak memberikan informasi pribadi dan segera memutuskan sambungan.
Dengan meningkatnya kasus penipuan ini, pihak berwenang terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Diharapkan, dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat dapat melindungi diri dan rekening mereka dari ancaman penipuan yang semakin canggih.