Wednesday, 01 July 2026
Kesehatan

Waspadai Menstruasi Berkepanjangan dan Nyeri Hebat: Tanda Miom dan Kista

Menstruasi yang berlangsung lama dan disertai nyeri hebat bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem reproduksi. Penting untuk mengenali gejala dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

R
Rangga Wijaya Kusuma
26 June 2026 14 pembaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/simarik)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/simarik)

Menstruasi yang berlangsung lebih lama dari biasanya atau disertai rasa nyeri yang hebat sering kali dianggap normal oleh banyak wanita. Namun, perubahan pola menstruasi yang berulang dapat menjadi indikasi adanya masalah kesehatan pada organ reproduksi. Beberapa kondisi yang berhubungan dengan gangguan sistem reproduksi dapat mempengaruhi siklus menstruasi, menyebabkan perdarahan yang berlebihan, serta ketidaknyamanan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, kondisi ini tidak boleh diabaikan.

Menstruasi dan Gangguan Reproduksi

Menurut Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof D. dr Yudi Mulyana Hidayat, SpOG, Subsp.Onk, salah satu tanda utama adanya gangguan pada sistem reproduksi adalah nyeri haid yang berlebihan. Nyeri haid memang merupakan hal yang umum, tetapi jika nyeri tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti memaksa untuk mengonsumsi obat pereda nyeri setiap bulan atau bahkan menghambat pekerjaan dan pendidikan, maka kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih. "Nah yang kedua, lama haid. Kan 6 sampai, paling lama 8 hari lah. Kalau lebih dari itu, bukan haid lagi. Sudah ada kelainan. Nah itu harus segera dilakukan pengobatan," ungkapnya dalam sebuah konferensi pers terkait rekomendasi POGI untuk vaksin HPV bagi perempuan pranikah dan pasca melahirkan.

Prof Yudi menekankan pentingnya memperhatikan volume darah yang keluar saat menstruasi. Kemungkinan adanya miom, penebalan endometrium, atau kista dapat ditandai dengan menstruasi yang terlalu banyak, yang dapat menyebabkan kondisi lemas, pucat, dan anemia.

Gejala Miom dan Penebalan Endometrium

Miom atau fibroid rahim adalah pertumbuhan jaringan otot yang terjadi di dalam atau pada dinding rahim. Selain nyeri dan perdarahan yang berlebihan saat menstruasi, gejala lain yang mungkin muncul meliputi: pendarahan di antara periode menstruasi, frekuensi buang air kecil yang meningkat akibat tekanan pada kandung kemih, sembelit, perut yang membengkak, rasa kembung atau berat di perut, serta nyeri saat berhubungan seksual.

Sementara itu, penebalan endometrium atau hiperplasia endometrium terjadi ketika lapisan rahim menjadi terlalu tebal. Gejala yang mungkin muncul antara lain siklus menstruasi yang lebih pendek dari 21 hari, serta keluarnya darah dari vagina di luar masa menstruasi dan setelah menopause.

Gejala Kista Ovarium dan Diagnosis

Kista ovarium adalah kantung berisi cairan atau material semi padat yang terbentuk di satu atau kedua ovarium. Menurut informasi dari Cleveland Clinic, beberapa kista kecil tidak menimbulkan gejala, tetapi kista yang lebih besar dapat menyebabkan keluhan, termasuk nyeri di panggul atau punggung, serta masalah saat buang air, seperti kesulitan buang air besar atau frekuensi buang air kecil yang meningkat.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan Ultrasonografi (USG). USG adalah metode pemeriksaan yang memanfaatkan gelombang suara untuk memvisualisasikan kondisi organ-organ dalam tubuh. Pada pemeriksaan miom, USG dapat mendeteksi keberadaan fibroid dan mengukur ukurannya. Sedangkan untuk penebalan endometrium, USG dapat menunjukkan gambaran rahim untuk menentukan apakah lapisan rahim terlalu tebal. USG juga mampu mendeteksi kista serta menunjukkan apakah kista tersebut berisi cairan atau padat. "Karena diperiksa oleh dokter, cukup dengan USG saja ketahuan. Ada miom, ada penebalan endometrium, ada kista dan sebagainya. Itu bisa mengganggu proses haid yang normal," jelas Prof Yudi.

// Artikel Terkait