Saturday, 15 August 2026
Kesehatan

Waspadai Bayi Berkeringat Saat Menyusu, Bisa Jadi Tanda Gangguan Jantung

Orang tua perlu berhati-hati jika melihat bayi berkeringat saat menyusu, karena hal ini bisa menjadi indikasi adanya masalah serius pada jantung. Beberapa tanda lain juga perlu diperhatikan untuk mend...

N
Nabila Safira Putri
14 July 2026 72 pembaca
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/NataliaLeb
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/NataliaLeb

Jakarta - Banyak orang tua menganggap wajar jika bayi mereka berkeringat saat menyusu, berpikir bahwa hal tersebut disebabkan oleh suhu ruangan yang panas atau karena bayi sedang berusaha keras mengisap ASI. Namun, kondisi keringat berlebih ini sebaiknya tidak diabaikan, karena bisa menjadi tanda awal adanya masalah serius pada organ vital, seperti Penyakit Jantung Bawaan (PJB).

Menurut dr. Budi Rahmat, SpBTKV, SubspJPK(K), seorang Konsultan Bedah Kardiotoraks dan Vaskular Anak di Brawijaya Hospital, aktivitas menyusu dapat menjadi indikator sederhana untuk menilai apakah fungsi jantung bayi berfungsi dengan baik atau tidak.

Penyebab Bayi Berkeringat Saat Menyusu

Menyusu merupakan aktivitas fisik yang cukup berat bagi bayi, terutama di awal kehidupan mereka. Pada bayi yang memiliki jantung normal, menyusu tidak akan menguras energi secara berlebihan. Namun, situasi ini berbeda bagi bayi yang mengalami kelainan jantung, seperti kebocoran sekat serambi (ASD) atau sekat bilik (VSD). Dalam kasus ini, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah dan mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh, yang dapat menyebabkan bayi merasa lelah.

“Gejala yang umum adalah anak cepat lelah. Bahkan pada usia yang sangat muda, seperti baru lahir, hanya dengan menyusu saja mereka bisa merasa kelelahan, ngos-ngosan, dan berkeringat banyak,” jelas dr. Budi.

Tanda Lain Gangguan Jantung pada Anak

Selain keringat berlebih saat menyusu, dr. Budi juga mengingatkan orang tua untuk memperhatikan beberapa tanda lain dari PJB yang sering kali tidak disadari. Salah satunya adalah berat badan yang stagnan. Anak dengan kelainan jantung biasanya mengalami kesulitan dalam menaikkan berat badan meski asupan makanan atau susu yang diberikan cukup banyak. Hal ini sering kali disalahartikan sebagai cacingan, padahal sebenarnya tubuh mereka kekurangan energi karena jantung bekerja terlalu keras.

Selain itu, keterlambatan perkembangan motorik juga bisa menjadi indikasi adanya masalah. Jika pasokan oksigen dan nutrisi ke organ tubuh tidak optimal, anak mungkin mengalami hambatan dalam perkembangan motorik, seperti terlambat merangkak atau berjalan.

“Namun sebelum masuk ke gejala yang lebih samar, ada dua tanda yang paling jelas yang harus diketahui orang tua. Pertama adalah perubahan warna biru. Jika anak tampak biru, terutama di area bibir, kelopak mata, atau ujung jari, itu hampir pasti menandakan kelainan jantung, karena jarang ada penyakit lain yang menyebabkan kondisi tersebut. Jika menemukan tanda ini, segera konsultasikan ke dokter,” tegasnya.

// Artikel Terkait