Sunday, 16 August 2026
Finansial

Waskita Karya Alihkan Fokus Bisnis ke Sektor Jalan Tol

PT Waskita Karya memutuskan untuk memfokuskan bisnisnya pada sektor jalan tol guna menciptakan pendapatan yang lebih berkelanjutan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya restrukturisasi perusa...

D
Doni Setiawan
19 July 2026 83 pembaca
Waskita karya fokus bisnis jalan tol. (Dok: Waskita Karya)
Waskita karya fokus bisnis jalan tol. (Dok: Waskita Karya)
suara.com Sumber: suara.com

PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengumumkan bahwa mereka akan mengalihkan fokus bisnis ke sektor jalan tol sebagai bagian dari transformasi perusahaan setelah proses restrukturisasi. Keputusan ini diambil untuk menciptakan sumber pendapatan jangka panjang yang lebih stabil.

Pada pertemuan yang berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026, Kepala BP BUMN dan jajaran Direksi Waskita membahas strategi restrukturisasi serta model bisnis yang akan diterapkan. Memperbaiki kondisi keuangan perusahaan menjadi prioritas utama agar Waskita dapat memenuhi kewajibannya secara mandiri dan mendapatkan kembali kepercayaan dari pasar.

Transformasi Menuju Bisnis yang Berkelanjutan

Pengalihan fokus bisnis ini merupakan hasil kolaborasi antara BP BUMN dan Danantara, dengan tujuan agar Waskita memiliki model bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan. Penguatan sektor jalan tol dianggap sebagai langkah strategis yang dapat menjadi sumber pendapatan jangka panjang serta memperkuat fondasi usaha perusahaan.

Namun, sebelum memperluas bisnis di sektor ini, penting untuk memastikan bahwa kondisi keuangan Waskita telah pulih. Hal ini diperlukan agar perusahaan dapat memenuhi kewajibannya dan kembali mendapatkan kepercayaan dari pasar.

Pembahasan Mendalam dalam Pertemuan

Dalam pertemuan tersebut, diskusi tidak hanya berfokus pada restrukturisasi utang, tetapi juga mencakup berbagai aspek seperti valuasi aset, kemampuan untuk membayar kewajiban, proyeksi arus kas, dan penentuan model bisnis yang paling sesuai untuk mendukung keberlanjutan usaha. Salah satu hasil dari pembahasan tersebut adalah dorongan untuk memperkuat bisnis jalan tol, yang dinilai memiliki karakteristik pendapatan jangka panjang yang dapat menjadi penopang utama kinerja perusahaan di masa depan.

Dony Oskaria, Kepala BP BUMN dan COO Danantara, menyatakan, "Waskita jadi perusahaan tol kedua setelah Jasa Marga, itu tidak apa-apa asal dihitung dengan benar." Pernyataan ini menegaskan bahwa pengembangan bisnis Waskita harus didasarkan pada perhitungan yang matang, bukan hanya sekadar memperbesar skala usaha. Struktur keuangan yang sehat dan proyeksi bisnis yang realistis menjadi syarat utama agar perusahaan mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan.

BP BUMN juga menekankan bahwa proses restrukturisasi Waskita tidak hanya bertujuan untuk memperpanjang waktu penyelesaian kewajiban atau menunda masalah keuangan yang ada. Penyehatan perusahaan diarahkan untuk membangun fondasi bisnis yang lebih kuat sehingga dapat menghasilkan solusi yang permanen. Dengan restrukturisasi yang komprehensif, diharapkan Waskita dapat memenuhi kewajiban secara mandiri, meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan, serta membuka peluang untuk mendapatkan pendanaan baru, termasuk melalui pasar modal.

// Artikel Terkait