Cuaca panas yang ekstrem di Eropa telah memicu kepanikan di kalangan masyarakat Prancis. Dalam upaya untuk menghindari dampak buruk dari suhu yang sangat tinggi, banyak orang terlihat berdesakan di pusat perbelanjaan dan supermarket di sekitar Paris untuk mendapatkan pendingin udara atau AC.
Situasi ini bahkan menyebabkan kericuhan, dengan warga saling berebut dan terlibat dalam perkelahian akibat frustrasi menghadapi cuaca yang menyengat. Di beberapa lokasi, pihak kepolisian terpaksa turun tangan untuk mengatasi kerumunan yang mengganggu ketertiban.
Kericuhan di Supermarket
Salah satu insiden terjadi di supermarket Lidl, yang menjual AC model dasar dengan harga sekitar 179 euro, jauh lebih murah dibandingkan harga normal yang bisa mencapai 1.200 euro. Mousa Traore, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa ia telah menunggu lebih dari satu jam bersama ratusan pelanggan lainnya sebelum akhirnya diberitahu oleh petugas bahwa stok AC telah habis.
Prancis baru saja mengalami gelombang panas yang memecahkan rekor, yang berdampak serius pada kesehatan masyarakat. Angka kematian meningkat drastis, rumah sakit kewalahan dengan pasien, sekolah-sekolah terpaksa diliburkan, dan berbagai festival musik dibatalkan untuk mencegah terjadinya kasus heat stroke yang masif. Ironisnya, layanan cuaca memperkirakan gelombang panas berikutnya akan kembali melanda pada akhir pekan ini.
Antrean Panjang dan Sentimen Lingkungan
Secara historis, musim panas di Prancis tergolong ringan, sehingga banyak bangunan pemukiman dan sekolah tidak dilengkapi dengan AC. Hal ini membuat warga rentan terhadap masalah kesehatan akibat paparan panas, seperti dehidrasi dan kelelahan panas. Antrean panjang terlihat di wilayah Sevran dan Livry-Gargan, di mana kendaraan mengular hanya untuk mendapatkan tempat parkir di supermarket.
Seorang warga bernama Lolo mengeluhkan panjangnya antrean, menyatakan bahwa situasi tersebut sudah tidak masuk akal. Menariknya, meskipun ada kesadaran lingkungan yang tinggi di Prancis, di mana 8 dari 10 warga menganggap penggunaan AC berkontribusi pada emisi karbon, saat suhu meningkat drastis, banyak yang mengesampingkan prinsip tersebut. Pada gelombang panas yang terjadi pada 22 Juni lalu, hypermarket Carrefour melaporkan penjualan 30.000 unit AC dalam satu hari, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan hari biasa.
Data dari badan lingkungan Ademe menunjukkan adanya peningkatan kepemilikan AC di Prancis, dari 18 persen pada tahun 2023 menjadi 24 persen pada tahun 2025. Ini menunjukkan bahwa di tengah krisis iklim global, pendingin udara kini dianggap sebagai kebutuhan esensial untuk melindungi diri dari ancaman kesehatan akibat panas.