Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Wanita Berat 300 Kg di Sragen Meninggal Setelah Dilarikan ke Rumah Sakit

Seorang wanita berusia 39 tahun dengan obesitas ekstrem yang memiliki berat hampir 300 kg telah meninggal dunia di RSUD Soehadi Prijonegoro, Sragen, setelah mengalami sesak napas parah.

N
Naufal Akbar Abdila
05 August 2026 63 pembaca
Foto: dok. PMI Sragen
Foto: dok. PMI Sragen

Seorang wanita berinisial I, berusia 39 tahun, yang mengalami obesitas ekstrem dengan berat badan mendekati 300 kg, dilaporkan meninggal dunia di RSUD Soehadi Prijonegoro, Sragen, pada Selasa (4/8/2026). Sebelumnya, wanita tersebut dievakuasi secara dramatis oleh tim PMI pada Senin (3/8) sore akibat mengalami sesak napas yang parah.

Rizky Nugroho Jati, staf Pelayanan dan Penanggulangan Bencana (PB) PMI Sragen, mengonfirmasi perihal meninggalnya pasien tersebut. I dinyatakan meninggal dunia pada siang hari setelah mendapatkan perawatan intensif. "Tadi dapat info pukul 12.58 WIB (meninggal dunia). Kemarin sore mulai dirawat, siang ini dapat kabar sudah meninggal," ungkap Rizky.

Kondisi Kesehatan yang Menurun

Rizky menjelaskan bahwa sebelum meninggal, kondisi kesehatan pasien mengalami penurunan yang signifikan, terutama pada tingkat saturasi oksigen dalam tubuhnya. "Saturasinya turun sekali. Tanpa oksigen itu rendah di angka 60-an. Kalau pakai bantuan tabung baru bisa naik ke 70-73," jelasnya.

Sesak napas yang dialami oleh I bukanlah yang pertama kali. Ia sebelumnya juga sempat dirawat di rumah sakit beberapa waktu lalu sebelum kondisi kesehatannya kembali memburuk. Berat badannya yang awalnya diperkirakan 250 kg dilaporkan meningkat hingga mendekati 300 kg dalam enam bulan terakhir.

Risiko Obesitas Terhadap Kesehatan Paru-paru

Obesitas sering kali menjadi penyebab keluhan paru-paru, termasuk sesak napas saat beraktivitas, atau dispnea eksertional, yang disebabkan oleh terganggunya mekanika pernapasan dan laju metabolisme. Kondisi ini juga berisiko menurunkan kadar oksigen dalam darah (hipoksia) melalui beberapa faktor utama, antara lain keterbatasan paru-paru dalam mengeluarkan karbon dioksida secara optimal, adanya komorbiditas seperti gagal jantung, serta penurunan volume paru-paru akibat penumpukan lemak.

Menurut informasi dari The Lung Specialist, pemeriksaan fungsi paru-paru dan pengukuran kadar oksigen menjadi langkah penting mengingat dampaknya yang berbeda pada setiap individu. Selain terapi oksigen yang mungkin diperlukan, penurunan berat badan secara konsisten merupakan langkah paling efektif untuk memulihkan kesehatan paru-paru dan tubuh secara keseluruhan.

// Artikel Terkait