Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

--- Wabah Salmonella Terkait Mi Instan Menyebar di 14 Negara, 106 Kasus Terlaporkan ---

--- Otoritas kesehatan Eropa melaporkan adanya wabah infeksi salmonella yang berkaitan dengan produk mi instan berbumbu, dengan 106 kasus terkonfirmasi di 14 negara. ---

N
Nabila Safira Putri
06 July 2026 70 pembaca
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Supersmario
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Supersmario
---TITLEEXCERPT--- Otoritas kesehatan Eropa melaporkan adanya wabah infeksi salmonella yang berkaitan dengan produk mi instan berbumbu, dengan 106 kasus terkonfirmasi di 14 negara. ---CONTENT---

Otoritas keamanan pangan dan kesehatan di Eropa menginformasikan tentang wabah infeksi salmonella yang diduga berasal dari produk mi instan berbumbu. Hingga saat ini, tercatat 106 kasus infeksi di 14 negara, dengan sebagian besar korban adalah anak-anak dan remaja.

Menurut pernyataan dari European Food Safety Authority (EFSA) dan European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC), dari total kasus yang terdeteksi, setidaknya 49 orang memerlukan perawatan di rumah sakit. Kedua lembaga tersebut menyatakan bahwa produk mi instan berbumbu merupakan sumber utama dari wabah lintas negara yang masih berlangsung.

Identifikasi Sumber Wabah

Dalam laporan mereka, EFSA dan ECDC menyebutkan bahwa produk mi berbumbu adalah sumber yang paling mungkin terkait dengan wabah infeksi yang sedang berlangsung di berbagai negara, dengan bukti yang menunjukkan hubungan antara kasus-kasus tersebut dan produk dari merek yang sama. Meskipun tidak menyebutkan nama merek secara spesifik, kedua lembaga tersebut mengindikasikan bahwa infeksi ini berkaitan dengan bakteri Salmonella Stanley yang terhubung dengan produsen di Ukraina.

Perusahaan Reva Foods baru-baru ini mengungkapkan adanya dugaan temuan bakteri Salmonella Stanley pada salah satu batch mi instan yang dijual di kawasan Baltik. Produk ini diproduksi oleh Euro Food Service, yang merupakan produsen mi asal Ukraina. Reva Foods mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan penyelidikan internal dan menarik batch produk yang dicurigai terkontaminasi dari peredaran. Selain itu, perusahaan juga meningkatkan pengawasan dengan melakukan pengujian laboratorium independen, audit regulasi, serta penerapan langkah-langkah pencegahan tambahan.

"Keselamatan konsumen adalah prioritas utama kami," ungkap pihak perusahaan.

Kasus Tersebar di Berbagai Negara

Menurut data dari EFSA dan ECDC, infeksi telah ditemukan di 14 negara, antara lain:

  • Austria
  • Britania Raya
  • Ceko
  • Denmark
  • Estonia
  • Prancis
  • Jerman
  • Hungaria
  • Latvia
  • Lithuania
  • Belanda
  • Norwegia
  • Polandia
  • Swedia

Investigasi mikrobiologi menunjukkan bahwa strain wabah teridentifikasi di Jerman dan Lithuania pada produk mi instan rasa ayam serta ayam pedas. Namun, otoritas menyatakan bahwa penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan sumber kontaminasi.

Gejala Infeksi Salmonella

Infeksi salmonella umumnya dapat menimbulkan gejala seperti diare, demam, muntah hebat, dehidrasi, dan kram perut. Sebagian besar penderita dapat pulih dalam waktu sekitar satu minggu, tetapi infeksi bisa berbahaya bagi anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

// Artikel Terkait