Wednesday, 10 June 2026
Kesehatan

--- Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: Negara-Negara Berupaya Lacak Penumpang ---

--- Negara-negara kini berupaya melacak penumpang kapal pesiar MV Hondius setelah terdeteksi wabah hantavirus Andes yang telah merenggut tiga nyawa dan menimbulkan kekhawatiran akan penyebaran lintas...

D
Dimas Adhyaksa Putra
08 May 2026 13 pembaca
---
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: Negara-Negara Berupaya Lacak Penumpang

---
Foto: REUTERS/Danilson Sequeira
---TITLEEXCERPT--- Negara-negara kini berupaya melacak penumpang kapal pesiar MV Hondius setelah terdeteksi wabah hantavirus Andes yang telah merenggut tiga nyawa dan menimbulkan kekhawatiran akan penyebaran lintas negara. ---CONTENT---

Sejumlah negara saat ini tengah berusaha melacak penumpang kapal pesiar MV Hondius setelah terjadinya wabah virus Andes, sejenis hantavirus langka yang dapat menular antar manusia melalui kontak dekat. Wabah ini telah menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan menimbulkan kekhawatiran akan penyebaran virus secara internasional.

Pihak berwenang melakukan pelacakan terhadap penumpang yang telah turun dari kapal sebelum virus terdeteksi, termasuk individu yang sempat melakukan kontak dekat dengan mereka. Hingga tanggal 7 Mei 2026, tercatat tiga orang yang meninggal, yaitu pasangan suami istri dari Belanda dan seorang warga Jerman. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa lima dari delapan orang yang dicurigai terinfeksi hantavirus terkait dengan kapal tersebut telah terkonfirmasi positif.

Upaya Pelacakan dan Tindakan Kesehatan

Direktur WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa pihaknya juga menerima laporan mengenai adanya pasien suspek lainnya. Ia menambahkan bahwa jumlah kasus yang ada masih dapat meningkat mengingat masa inkubasi hantavirus yang cukup panjang. Menurut laporan dari The Straits Times, semua penumpang yang turun di St Helena pada 24 April telah dihubungi oleh operator kapal. Mereka berasal dari lebih dari 12 negara, termasuk tujuh warga Inggris dan enam warga Amerika Serikat.

Kasus pertama hantavirus terkonfirmasi muncul pada awal bulan Mei. Meskipun para ahli berpendapat bahwa penularan virus ini sangat jarang, otoritas kesehatan di berbagai negara kini meningkatkan kewaspadaan. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) menyatakan bahwa risiko bagi masyarakat di AS masih tergolong rendah, tetapi situasi tetap dipantau dengan ketat. Di Georgia, dua warga tanpa gejala yang sempat berada di kapal sedang dalam pengawasan, sementara di Arizona, seorang penumpang juga sedang dipantau. Beberapa warga di California juga ikut dalam pemantauan.

Respon dari Berbagai Negara

Di Prancis, Menteri Luar Negeri Jean-Noel Barrot mengungkapkan bahwa ada seorang warganya yang sempat berhubungan dengan pasien, namun belum menunjukkan gejala. Kementerian Kesehatan Argentina juga berencana melakukan penangkapan dan pemeriksaan terhadap tikus di Ushuaia, tempat keberangkatan kapal. Tiga pasien telah dievakuasi dari kapal pada 6 Mei, dengan dua di antaranya dirawat di Belanda dan satu lainnya dibawa ke Jerman untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Salah satu pasien, Martin Anstee, seorang pemandu ekspedisi asal Inggris, melaporkan bahwa kondisinya baik-baik saja, meskipun ia masih harus menjalani serangkaian tes. Di Swiss, seorang pasien lainnya dirawat di rumah sakit dengan gejala mirip hantavirus, seperti demam ringan, nyeri tubuh, dan batuk. Seorang warga Denmark yang juga berada di kapal diminta untuk menjalani isolasi mandiri, meskipun dianggap berisiko rendah.

Operator kapal Oceanwide Expeditions kini berupaya melacak seluruh penumpang dan kru yang berada di kapal sejak 20 Maret. Pasangan Belanda yang meninggal diketahui naik kapal pada 1 April dan diduga menjadi kasus pertama dalam wabah ini. Maskapai KLM Royal Dutch Airlines melaporkan bahwa wanita Belanda tersebut sempat diturunkan dari pesawat di Johannesburg, Afrika Selatan, pada 25 April karena kondisi kesehatannya yang memburuk, dan ia meninggal sebelum tiba di Belanda.

Media RTL melaporkan bahwa seorang pramugari KLM yang sempat berhubungan dengan pasien kini dirawat di rumah sakit di Amsterdam karena mengalami gejala yang diduga terkait hantavirus. Pihak berwenang di Belanda juga menyatakan bahwa kru dan penumpang yang membantu pasien kini menjalani pemeriksaan kesehatan setiap hari.

Saat ini, MV Hondius masih melanjutkan perjalanannya menuju Tenerife dan diperkirakan akan tiba pada 10 Mei. Menurut European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC), hingga saat ini belum ada penumpang lain di kapal yang menunjukkan gejala hantavirus. Setibanya di Tenerife, seluruh penumpang non-Spanyol yang dalam kondisi sehat akan dipulangkan ke negara masing-masing, sementara 14 warga Spanyol direncanakan akan menjalani karantina di rumah sakit militer di Madrid.

// Artikel Terkait