Wednesday, 01 July 2026
Kesehatan

Usulan Pemanfaatan AI untuk Tenaga Kesehatan di Daerah, Menkes Berikan Tanggapan

Teknologi kecerdasan buatan diharapkan dapat mendukung tenaga medis di daerah yang kekurangan dokter. Namun, Menteri Kesehatan menekankan pentingnya kehadiran dokter secara langsung dalam pelayanan ke...

H
Hanafi Syahputra
25 June 2026 8 pembaca
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Foto: Devandra Abi Prasetyo/detikHealth)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Foto: Devandra Abi Prasetyo/detikHealth)

Jakarta - Inovasi dalam bidang teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) mulai diperkenalkan ke dalam sektor kesehatan. Diharapkan, AI dapat memberikan dukungan kepada tenaga medis dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama di wilayah yang mengalami kekurangan dokter. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh, mengusulkan pemanfaatan AI untuk membantu pelayanan kesehatan di daerah-daerah tersebut.

Menanggapi usulan ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) menyatakan bahwa kehadiran dokter secara langsung masih sangat diperlukan dalam sektor kesehatan. "Mungkin kita mulai dulu dengan telemedicine. Yang secara fundamental harus dijawab adalah kekurangan dokter itu terjadi terutama di daerah-daerah terpencil. Itu yang harus dijawab, ya," ungkap Budi setelah rapat kerja dengan Komisi IX DPR di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (25/6/2026).

Teknologi Sebagai Pelengkap Layanan Kesehatan

Budi menambahkan bahwa teknologi seperti telemedicine, AI, dan inovasi digital lainnya dapat berfungsi sebagai pelengkap dalam memberikan layanan kesehatan. Namun, ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi tidak boleh mengalihkan perhatian pemerintah dari upaya untuk meningkatkan jumlah dokter. "Saya rasa prioritas utamanya ke sana dulu. Bahwa kemudian nanti ditambah dengan telemedicine, dengan AI, dan teknologi-teknologi lainnya, tapi jangan sampai itu mengalihkan fokus kita atau perhatian kita untuk memperbanyak jumlah dokter dan mendistribusikan mereka ke daerah-daerah," ujarnya.

Pentingnya Interaksi Langsung dengan Pasien

Menurut Budi, interaksi langsung antara dokter dan pasien tetap menjadi hal yang sangat penting dalam pelayanan kesehatan. Ia menjelaskan bahwa tenaga medis perlu melakukan pemeriksaan dan berinteraksi secara langsung dengan pasien. "Karena dokter dan tenaga kesehatan, tenaga medis kan mesti melihat, mesti menyentuh pasiennya juga," tuturnya.

Dengan demikian, meskipun teknologi dapat memberikan dukungan, kehadiran dokter tetap menjadi aspek yang tidak bisa diabaikan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

// Artikel Terkait