Wednesday, 10 June 2026
Kesehatan

Usia Ideal untuk Mengajak Anak Mendaki Gunung Menurut IDAI

Sebuah panduan dari IDAI menjelaskan usia yang tepat untuk mengajak anak mendaki gunung demi keselamatan dan kesehatan anak.

R
Rangga Wijaya Kusuma
14 April 2026 17 pembaca
Usia Ideal untuk Mengajak Anak Mendaki Gunung Menurut IDAI
Sumber gambar: health.detik.com

Ketika berencana untuk mendaki gunung bersama anak, pertanyaan tentang usia ideal untuk melakukannya seringkali menjadi perhatian utama orang tua. Menurut informasi terbaru yang dirilis oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada rekomendasi penting mengenai usia yang tepat bagi anak untuk mulai beraktivitas di alam, termasuk mendaki gunung.

IDAI mengungkapkan bahwa anak-anak berusia minimal 5 tahun sudah dapat diajak untuk melakukan aktivitas mendaki, dengan catatan bahwa kesehatan fisik dan mental anak tersebut cukup baik. “Hal ini penting untuk memastikan bahwa anak mampu mengikuti jalur yang mungkin menantang,” ungkap Dr. Rinawati, seorang dokter spesialis anak, dalam penjelasannya.

Pada usia tersebut, anak-anak mulai memiliki kemampuan untuk memahami instruksi dan mengikuti orang dewasa selama proses pendakian. Namun, IDAI juga menekankan bahwa kegiatan ini harus dilakukan dengan persiapan yang matang, termasuk pemilihan jalur yang sesuai dan memperhatikan kondisi fisik sang anak. “Orang tua harus senantiasa memantau stamina dan kebugaran anak. Jangan paksakan anak untuk mencapai puncak jika kondisinya tidak memungkinkan,” tambah Dr. Rinawati.

Selain faktor usia, IDAI menyarankan agar orang tua juga memperhatikan beberapa aspek lainnya, seperti kondisi cuaca, durasi pendakian, dan perbekalan yang memadai. Kegiatan mendaki gunung bisa menjadi pengalaman yang sangat positif untuk anak, asalkan dilakukan dengan perencanaan yang baik dan dengan memperhatikan keselamatan.

Salah satu orang tua, Bapak Joko, 40 tahun, berbagi pengalamannya saat membawa anaknya yang berusia 6 tahun mendaki Gunung Gede. “Kami memilih jalur yang tidak terlalu ekstrim dan memastikan anak cukup beristirahat. Semua berjalan lancar dan sangat menyenangkan,” katanya. Hal ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, pendakian bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi keluarga.

IDAI juga merekomendasikan agar sejak dini orang tua memperkenalkan anak pada kegiatan outdoor dengan intensitas ringan terlebih dahulu, untuk membangun daya tahan fisik dan mental anak. “Kegiatan seperti hiking ringan di taman atau area terbuka lainnya bisa menjadi langkah awal yang baik,” jelas Dr. Rinawati.

Dengan demikian, kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa mendaki gunung bersama anak memang memungkinkan, asalkan dilakukan dengan memperhatikan kesehatan dan keselamatan anak. IDAI berharap panduan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik bagi orang tua dalam merencanakan aktivitas luar ruangan bersama anak mereka.

Selanjutnya, semakin banyak orang tua yang menyadari pentingnya kegiatan ini, diharapkan akan muncul lebih banyak program edukasi terkait keselamatan anak saat berada di alam terbuka.

Tidak ada tag untuk artikel ini

// Artikel Terkait