Seorang pria berkewarganegaraan Prancis-Argentina yang melakukan perjalanan ke Prancis pada bulan Juli lalu telah terkonfirmasi positif terinfeksi hantavirus. Menurut Kementerian Kesehatan Prancis, saat ini pasien tersebut berada di Spanyol bersama keluarganya dan menjalani isolasi.
Informasi dari RTL Today menyebutkan bahwa turis ini terinfeksi varian Andes dari hantavirus. Pihak berwenang di Prancis belum memberikan komentar resmi mengenai apakah kasus ini berkaitan dengan wabah hantavirus yang terjadi di kapal MV Hondius pada bulan Mei lalu. Varian Andes merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat ditularkan antar manusia.
Langkah Selanjutnya dari Kementerian Kesehatan
Kementerian Kesehatan Prancis telah mengadakan pertemuan dengan para ahli pada Kamis (7/8) untuk membahas langkah-langkah yang akan diambil selanjutnya. Diketahui bahwa turis tersebut telah mengunjungi beberapa daerah, termasuk Normandia, Nouvelle-Aquitaine, dan wilayah Paris.
Turis tersebut awalnya mengunjungi layanan medis di Prancis dengan gejala yang sangat ringan dan kemudian teridentifikasi terinfeksi hantavirus. Setelah itu, ia melakukan perjalanan ke Spanyol tanpa menunjukkan gejala lebih lanjut.
Koordinasi dengan Pihak Spanyol
Kementerian Kesehatan Prancis menyatakan bahwa mereka sedang berkoordinasi dengan otoritas kesehatan Spanyol untuk menganalisis langkah-langkah yang perlu diambil. "Situasi pasien sangat berbeda dari situasi penumpang kapal pesiar Hondius," ungkap kementerian tersebut. Pasien dan keluarganya akan menjalani isolasi selama enam minggu.
Pengumuman mengenai kasus positif hantavirus ini muncul bersamaan dengan pemulangan seorang wanita Prancis yang juga terinfeksi hantavirus pada bulan Mei lalu di kapal pesiar Hondius, di mana terdapat 13 kasus infeksi dan tiga di antaranya berujung pada kematian. Hantavirus, yang ditularkan oleh hewan pengerat, merupakan virus langka yang hingga saat ini belum memiliki vaksin atau pengobatan khusus.