Sunday, 16 August 2026
Finansial

Transformasi Beasiswa LPDP: Fokus 80 Persen untuk Bidang STEM

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa mulai tahun ini, 80 persen beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan dialokasikan untuk bidang STEM dan sektor industri strategis....

S
Salsabila Nur Azzahra
05 July 2026 91 pembaca
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
suara.com Sumber: suara.com

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menetapkan kebijakan baru mengenai beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yang mulai tahun ini akan mengarahkan 80 persen dari total beasiswa untuk bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) serta sektor-sektor industri yang dianggap strategis bagi negara.

Tujuan Kebijakan Baru

Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mencetak sumber daya manusia yang unggul, sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh SDM yang berkualitas, industrialisasi yang kuat, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan perusahaan rintisan berbasis inovasi.

Purbaya menjelaskan, "Untuk mencapai target tersebut, pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus didukung oleh pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, serta tumbuhnya wirausaha dan perusahaan rintisan berbasis inovasi." Ia menekankan pentingnya menempatkan talenta sebagai fondasi utama dalam pembangunan industri nasional.

Pendidikan Berbasis STEM dan Kesejahteraan Ekonomi

Pemerintah juga mendorong penguatan pendidikan di bidang STEM yang dipadukan dengan ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi (SHARE). Hal ini bertujuan agar kemajuan teknologi dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Purbaya menambahkan bahwa untuk menjaga agar berbagai agenda ini dapat berjalan dengan baik, pemerintah berkomitmen untuk menjaga kesehatan APBN. Ia menyatakan bahwa APBN memiliki peran penting sebagai instrumen stabilisasi ekonomi dan penggerak produktivitas, investasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang adaptif," jelasnya.

Saat ini, LPDP mengelola Dana Abadi Pendidikan yang mencapai Rp180,81 triliun per 31 Mei 2026. Dana ini menjadi dasar untuk keberlanjutan investasi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui APBN. Sejak tahun 2013 hingga Mei 2026, LPDP telah memberikan beasiswa kepada 58.749 penerima, yang mencakup program magister, doktor, dokter spesialis, dan non-gelar.

Dari total tersebut, 34.334 orang telah menjadi alumni, sedangkan 18.728 orang masih melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. Melalui berbagai program kolaborasi dengan kementerian dan lembaga, LPDP juga telah mendukung 98.409 penerima beasiswa program degree serta lebih dari 586 ribu peserta program non-degree.

Selain itu, LPDP turut mendanai ribuan proyek riset, penguatan perguruan tinggi, dan pemajuan kebudayaan dalam rangka meningkatkan daya saing nasional. Antusiasme masyarakat terhadap program Beasiswa LPDP juga terus meningkat. Pada Seleksi Beasiswa LPDP Tahap I Tahun 2026, sebanyak 2.753 peserta berhasil lulus dari total 32.794 pendaftar, menunjukkan peningkatan minat sebesar 33,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

// Artikel Terkait