Sunday, 16 August 2026
Finansial

Transformasi Bandara Kertajati: Fokus pada Operasional PTDI

Pemerintah berencana memindahkan sebagian operasional PT Dirgantara Indonesia dari Bandung ke Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati untuk meningkatkan efisiensi industri penerbangan.

R
Reza Mahendra
16 July 2026 83 pembaca
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Jakarta, Rabu (15/7/2026). Foto Fakhri-Suara.com
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Jakarta, Rabu (15/7/2026). Foto Fakhri-Suara.com
suara.com Sumber: suara.com

Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan pemindahan sebagian aktivitas PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dari Bandung ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, secara bertahap. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjelaskan bahwa relokasi ini tidak bertujuan untuk memindahkan seluruh kegiatan PTDI dari Bandung, melainkan untuk mengoptimalkan fungsi masing-masing lokasi.

Kertajati sebagai Pusat Operasional

AHY menegaskan bahwa Bandung akan tetap berperan sebagai pusat inovasi dan pengembangan teknologi, sementara Kertajati akan difokuskan sebagai pusat operasional industri. "Tidak kemudian kita meninggalkan Bandung begitu saja karena Bandung harus tetap menjadi hub, sentra inovasi, brain-nya. Tetap bisa fokus pada urusan desain, riset, pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia," ujarnya di Jakarta pada Rabu, 15 Juli 2026.

Kertajati direncanakan akan dikembangkan sebagai pusat kegiatan operasional PTDI yang mencakup perakitan akhir, pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul (MRO), serta fasilitas uji terbang. "Sedangkan Kertajati kita kembangkan menjadi hub yang fokus pada operasionalnya, lebih pada final assembly, MRO, manufacturing, dan juga flight test. Ini dibutuhkan kebutuhan lahan dan akses logistik yang tersedia sebetulnya sudah semakin mumpuni karena lokasinya," tambah AHY.

Proses Relokasi yang Bertahap

Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, menyatakan bahwa relokasi ke Kertajati akan dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama akan dimulai dengan pemindahan kegiatan uji terbang pesawat. "Pertama kali akan kita manfaatkan adalah untuk semua flight test kami akan pindahkan ke Kertajati," ungkap Gita.

Langkah ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kesiapan operasional alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. "Tadi kami akan mulai bekerja mulai Agustus. Karena perintah dari Kemhan itu flight readiness TNI harus bisa naik pada tanggal 5 Oktober," jelasnya.

Setelah fasilitas uji terbang beroperasi, PTDI berencana untuk membangun pusat MRO. Selanjutnya, perusahaan akan memindahkan lini produksi pesawat secara bertahap ke Kertajati. "Yang kedua tentunya MRO. Setelah ini fase yang kedua adalah kami akan membangun fasilitas MRO. Kemudian N219 produksi, itu adalah fase ketiga. Fase ketiga kita memindahkan lini-lini produksi ini ke Kertajati dan tentunya yang paling mungkin yang pertama kali dipindahkan adalah N219," tambah Gita.

Gita juga menjelaskan bahwa PTDI memerlukan lahan seluas 150 hingga 200 hektare di Kertajati untuk menampung empat lini bisnis utama perusahaan, yaitu manufaktur pesawat, MRO, aerostructure, dan pengembangan pesawat tanpa awak (drone). "Keseluruhan fasilitas kami adalah 150 sampai 200 hektare. Itu terdiri dari manufacturing pesawat, MRO, aerostructure, dan kami mengarahkan PTDI ke depan membuat drone di situ," tuturnya.

// Artikel Terkait