Wednesday, 01 July 2026
Kesehatan

Tragedi Kesehatan Akibat Cuaca Panas Ekstrem: Seorang Pria Menderita Kerusakan Ginjal

Seorang pria berusia 25 tahun dari Son La mengalami kerusakan ginjal setelah bekerja di bawah terik matahari selama 11 jam sehari. Kasus ini menyoroti bahaya cuaca panas ekstrem bagi kesehatan.

H
Hanafi Syahputra
20 June 2026 29 pembaca
Foto ilustrasi: Getty Images/gorodenkoff
Foto ilustrasi: Getty Images/gorodenkoff

Jakarta - Cuaca panas ekstrem yang terjadi belakangan ini sebaiknya tidak diabaikan. Aktivitas fisik yang dilakukan di bawah sinar matahari yang menyengat dapat berakibat fatal bagi kesehatan, termasuk kerusakan organ dalam tubuh. Hal ini dialami oleh seorang pria berusia 25 tahun dari Son La yang bekerja sebagai kuli bangunan di Hanoi, Vietnam. Karena terbiasa bekerja selama 11 jam di bawah cuaca yang sangat panas, ia harus dilarikan ke E Hospital dalam keadaan kritis.

Setelah pulang dari kerja, pria tersebut mengeluhkan rasa lelah yang luar biasa, haus, dan nyeri di seluruh tubuh. Namun, kondisinya dengan cepat memburuk. Anggota tubuhnya menjadi kaku, mengalami nyeri otot yang parah, hingga akhirnya ia tidak bisa bergerak. Melihat keadaan tersebut, rekan-rekannya segera membawanya ke ruang gawat darurat.

Kondisi Kesehatan yang Memprihatinkan

Setibanya di Departemen Nefrologi, Urologi, dan Hemodialisis, tim medis menemukan kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Pasien mengalami oliguria, yaitu penurunan volume urine secara drastis, dan urine yang berwarna gelap pekat, yang menunjukkan adanya masalah serius. Hasil tes laboratorium mengonfirmasi bahwa pemuda tersebut mengalami kerusakan ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI) akibat dehidrasi yang parah. Selain itu, ia juga didiagnosis dengan rhabdomyolysis, yaitu kondisi di mana jaringan otot hancur dan mengalami lisis.

Dr Nguyen Van Lap, MD, MSc yang menangani kasus ini menjelaskan tentang dampak cuaca panas ekstrem terhadap kesehatan otot dan ginjal. "Ketika tubuh beraktivitas dengan intensitas tinggi dalam suhu yang tinggi, jumlah air dan elektrolit yang hilang melalui keringat sangat besar. Jika tidak segera diganti, tubuh akan mengalami dehidrasi dan gangguan elektrolit," jelasnya. "Kelelahan yang berlebihan dapat merusak sel otot, menyebabkan rhabdomyolysis. Produk dari proses penghancuran otot, yaitu mioglobin, dilepaskan ke dalam darah, yang membuat ginjal kelebihan beban untuk mengeluarkannya, sehingga meningkatkan risiko kerusakan ginjal akut," tambahnya.

Pentingnya Kesadaran Terhadap Kesehatan di Cuaca Panas

Belajar dari kasus yang tragis ini, Dr Nguyen Van Lap mengingatkan masyarakat, khususnya para pekerja di luar ruangan, untuk mengatur jam kerja dengan lebih bijak. Mereka harus menghindari memaksakan diri bekerja terus-menerus saat suhu mencapai puncaknya di siang hari. Pekerja juga diharuskan untuk menghidrasi tubuh secara teratur dengan mengonsumsi air, serta memperhatikan kebutuhan cairan elektrolit yang tepat, terutama jika berkeringat dalam jumlah banyak.

Segera hentikan aktivitas dan cari pertolongan medis jika mengalami gejala seperti: kelelahan ekstrem yang berkepanjangan meskipun sudah istirahat, nyeri otot yang sangat parah, kram hebat di tangan atau kaki, rasa haus yang terus-menerus, serta urine yang berubah warna menjadi gelap pekat atau volume yang menurun drastis.

// Artikel Terkait