Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Tragedi di Tepi Barat: Bayi 4 Bulan Meninggal di Ambulans Terhalang Tentara Israel

Seorang bayi laki-laki berusia empat bulan asal Palestina meninggal dunia setelah ambulans yang membawanya terhambat di pos pemeriksaan militer Israel di dekat Ramallah. Insiden ini menambah catatan k...

H
Hanafi Syahputra
07 July 2026 71 pembaca
Foto: REUTERS/Ammar Awad
Foto: REUTERS/Ammar Awad

Seorang bayi laki-laki dari Palestina yang baru berusia empat bulan dilaporkan meninggal setelah ambulans yang membawanya terhenti di pos pemeriksaan militer Israel di sebelah barat Ramallah. Di lokasi lain di Tepi Barat yang diduduki, seorang remaja berusia 16 tahun juga kehilangan nyawanya akibat tembakan pasukan Israel.

Menurut laporan dari Al Jazeera, Gubernur Ramallah dan el-Bireh, Laila Ghannam, mengonfirmasi melalui pernyataan resmi bahwa tim medis di Rumah Sakit Spesialis Arab telah menyatakan kematian bayi bernama Ahmad Marouf Zeid pada Minggu malam waktu setempat. Ahmad tidak dapat diselamatkan setelah pasukan Israel menghalangi proses pemindahan medisnya ke rumah sakit selama lebih dari satu jam, meskipun kondisinya sangat kritis.

Protes Warga Palestina

Ghannam menambahkan bahwa tentara Israel bahkan menggunakan gas air mata untuk membubarkan warga Palestina yang berusaha membantu ambulans tersebut agar dapat melewati pos pemeriksaan di pintu masuk desa Deir Ammar. "Apa yang terjadi pada Ahmad, anak laki-laki satu-satunya di keluarga tersebut, adalah sebuah noda pada hati nurani kemanusiaan," tegas Ghannam.

Ia menilai insiden ini sebagai bagian dari kebijakan sistematis yang secara sengaja membatasi kebebasan bergerak warga Palestina serta menghalangi akses mereka terhadap layanan kesehatan, yang merupakan pelanggaran nyata terhadap hak asasi manusia.

Kekerasan Berlanjut di Tepi Barat

Kekerasan di Tepi Barat tidak berhenti di situ. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa pasukan Israel juga menembak mati seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun di kamp pengungsi Qalandiya, dekat Ramallah. Dalam insiden yang sama pada hari Minggu tersebut, dua remaja lainnya yang masing-masing berusia 14 tahun dilaporkan mengalami luka-luka.

Gelombang kekerasan di Tepi Barat terus meningkat tajam sejak konflik bersenjata besar pecah di Gaza. Data resmi dari Kementerian Kesehatan Palestina menunjukkan bahwa pasukan Israel dan kelompok pemukim telah menewaskan sedikitnya 1.087 warga Palestina di wilayah Tepi Barat sejak Oktober 2023.

Sementara itu, di Jalur Gaza, sebuah drone milik militer Israel menyerang kerumunan warga Palestina di Jalan Omar al-Mukhtar, pusat Kota Gaza. Otoritas kesehatan setempat mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai beberapa lainnya yang berada di lokasi kejadian.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa serangkaian pelanggaran yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas, yang mulai berlaku sejak Oktober lalu, telah menyebabkan 1.066 korban jiwa dan 3.445 orang lainnya luka-luka. Hingga saat ini, total korban tewas dari pihak Palestina sejak pecahnya perang pada Oktober 2023 mencapai 73.090 jiwa, sementara jumlah yang terluka mencapai 173.550 orang.

// Artikel Terkait