Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Tindakan Berani Dokter Selamatkan Pasien Saat Gempa di Jepang

Sebuah video menunjukkan momen menegangkan ketika gempa berkekuatan 6,8 M mengguncang Jepang, di mana tim medis berjuang melindungi pasien di ruang operasi. Keberanian mereka berhasil memastikan kesel...

A
Aryani Sarasvati
10 August 2026 55 pembaca
Foto: Kumamoto General Hospital
Foto: Kumamoto General Hospital

Jakarta - Pada tanggal 28 Juli 2026, gempa bumi berkekuatan 6,8 M mengguncang kawasan barat daya Jepang, dan sebuah video yang dirilis oleh Kumamoto General Hospital merekam detik-detik menegangkan di dalam ruang operasi saat bencana terjadi. Dalam video tersebut, tampak tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat sedang melakukan operasi perut pada seorang pasien yang tidak sadar karena pengaruh obat bius.

Suasana tenang yang awalnya ada tiba-tiba berubah menjadi kepanikan ketika ruangan mulai berguncang hebat. Peralatan medis terlihat bergerak dan bergetar, bahkan pasokan listrik sempat terputus, mengakibatkan ruangan menjadi gelap. Di tengah situasi berbahaya ini, para dokter dengan sigap merunduk dan merebahkan tubuh mereka di atas pasien untuk melindungi dari guncangan yang terjadi.

Respon Cepat Tim Medis

Sementara itu, para perawat bergegas membuka pintu untuk memastikan jalur evakuasi tetap terbuka. Guncangan hebat berlangsung selama sekitar 10 detik. Setelah situasi mereda, tim medis segera memeriksa kondisi pasien dan memastikan bahwa seluruh prosedur medis dapat dilanjutkan dengan aman. Pihak rumah sakit mengonfirmasi bahwa ada empat tindakan operasi yang sedang berlangsung saat gempa melanda, dan beruntung semua operasi tersebut berhasil diselesaikan dengan selamat berkat respons cepat dan keberanian tim medis.

Dampak Gempa dan Pemulihan Layanan

Gempa bumi ini memberikan dampak yang cukup besar, merusak berbagai fasilitas publik dan menyebabkan 38 korban jiwa serta merubuhkan ratusan bangunan di wilayah Kumamoto. Akibat kerusakan yang terjadi, Kumamoto General Hospital di Kota Yatsushiro sempat menghentikan layanan rawat jalan umum. Hal ini dilakukan karena fasilitas yang rusak dan terhentinya pasokan air bersih.

Setelah memastikan kualitas air sumur cadangan darurat aman, layanan medis mulai dibuka kembali secara bertahap. Direktur Kumamoto General Hospital, Shinya Shimada, menyatakan bahwa masih ada beberapa kendala operasional pascagempa, termasuk lift yang belum berfungsi optimal dan keterbatasan pasokan makanan untuk pasien. "Meski masih ada hal yang membuat pasien tidak nyaman, kami percaya dibukanya kembali layanan medis ini dapat memberikan rasa tenang bagi masyarakat setempat. Kami ingin terus menjalankan misi rumah sakit ini," ungkap Shimada.

// Artikel Terkait