Wednesday, 01 July 2026
Kesehatan

Temuan BPOM: Obat Batuk Palsu Berbahaya dan Kandungannya

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengungkap adanya peredaran obat palsu merek Codrela dan Trivamm Fliege yang tidak terdaftar. Kedua produk ini berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

R
Rangga Wijaya Kusuma
01 July 2026 1 pembaca
Kantor BPOM RI (Foto: Nayla Azalia Saparija/detikHealth)
Kantor BPOM RI (Foto: Nayla Azalia Saparija/detikHealth)

Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menemukan obat palsu dengan merek Codrela dan Trivamm Fliege yang beredar di pasaran. Penemuan ini dilakukan melalui pengawasan intensif di berbagai saluran distribusi, baik secara langsung maupun melalui platform online.

Detail Penemuan Codrela

Obat palsu Codrela terdeteksi di salah satu lokasi di Jawa Timur. Diduga, produk ini merupakan hasil pengemasan ulang dari Codela Tablet, berdasarkan analisis karakteristik fisik tablet tersebut. Meskipun pada kemasan Codrela tertera klaim mengandung zat aktif kodein, hasil pengujian laboratorium BPOM menunjukkan bahwa produk ini tidak mengandung kodein, melainkan hanya Dextromethorphan dan Chlorphenamine Maleate, yang juga terdapat pada Codela Tablet.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan, "Hasil pengujian laboratorium mengonfirmasi bahwa Codrela tidak mengandung bahan aktif kodein sebagaimana tercantum pada kemasan, melainkan mengandung dektrometorfan dan klorfeniramin maleat (CTM)." BPOM juga telah berkoordinasi dengan pihak industri farmasi dan menyimpulkan bahwa Codrela adalah produk palsu, yang terlihat dari ketidaksesuaian informasi pada labelnya.

Temuan Trivamm Fliege

Produk lainnya yang teridentifikasi adalah Trivamm Fliege, yang beredar melalui marketplace dengan klaim mengandung propofol 20 mg. Taruna menjelaskan bahwa propofol adalah obat keras yang digunakan dalam dunia medis sebagai anestetik umum intravena, baik untuk induksi maupun pemeliharaan anestesi umum serta sedasi dalam tindakan medis dan perawatan intensif.

BPOM menegaskan bahwa Trivamm Fliege sering disalahgunakan oleh pelaku kejahatan karena dapat menyebabkan penurunan kesadaran pada penggunanya. Kandungan propofol dalam obat ini dapat memperlambat aktivitas otak dan sistem saraf, yang digunakan untuk membuat seseorang tertidur selama operasi atau prosedur medis lainnya.

Obat palsu terus menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Produk-produk tersebut dapat mengandung komposisi yang tidak tepat, baik terlalu banyak, terlalu sedikit, atau bahkan tidak memiliki zat aktif sama sekali. Dalam beberapa kasus, obat palsu juga ditemukan mengandung zat aktif lain yang berbahaya.

BPOM mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan peredaran Codrela dan Trivamm Fliege, baik di saluran distribusi luring maupun daring.

// Artikel Terkait