Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

--- Tantangan Pengawasan Obat di Indonesia: 90 Persen Bahan Baku Masih Impor ---

--- Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen bahan baku obat di Indonesia masih bergantung pada impor. Hal ini menimbulkan tantangan dalam pengawasan produk obat dan kosmeti...

R
Reza Mahendra
06 July 2026 69 pembaca
Kepala BPOM RI. (Foto: Averus/detikHealth)
Kepala BPOM RI. (Foto: Averus/detikHealth)
---TITLEEXCERPT--- Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen bahan baku obat di Indonesia masih bergantung pada impor. Hal ini menimbulkan tantangan dalam pengawasan produk obat dan kosmetik yang masuk ke pasar. ---CONTENT---

Jakarta - Taruna Ikrar, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, menekankan meningkatnya jumlah produk obat, suplemen, dan kosmetik impor yang beredar di Indonesia. Ia menyatakan bahwa hal ini menjadi tantangan bagi BPOM untuk memastikan bahwa kapasitas laboratorium yang ada dapat mengawasi semua produk yang masuk demi menjaga keamanan publik.

Taruna mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen bahan baku obat yang digunakan di Indonesia berasal dari luar negeri. Sementara itu, untuk produk kosmetik, sekitar 20 persen di antaranya berasal dari perusahaan multinasional. "Hubungannya dengan kesiapan Badan POM sebagai laboratorium pengetes, tentu sampai sekarang ini kita termasuk yang masih terbaik di Asia, Asia Tenggara khususnya," jelasnya saat berbincang dengan media di Kantor BPOM RI, Jakarta Pusat, pada Senin (6/7/2026).

Fasilitas Laboratorium yang Siap Menghadapi Tantangan

Menurut Taruna, Indonesia memiliki fasilitas laboratorium yang mampu melakukan pengujian terhadap berbagai jenis produk impor, termasuk obat, narkotik, dan obat yang berkaitan dengan virus. "Dengan konteks itu, fasilitas laboratorium kita siap menghadapi secanggih apapun produk termasuk produk-produk obat yang bersifat inovatif, atau produk-produk baru," tambahnya.

Peningkatan Laboratorium dan Koneksi Global

Walaupun demikian, Taruna menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk memperluas laboratorium yang ada. Ia berharap agar fasilitas laboratorium terbaik tidak hanya terpusat di Jakarta, tetapi juga tersedia di daerah-daerah lain seperti Merauke. Selain itu, BPOM juga akan memperkuat hubungan dengan negara-negara seperti China, India, dan Amerika Serikat untuk mengembangkan sistem inovasi green laboratorium serta meningkatkan reputasi laboratorium di Indonesia.

"Kita ingin laboratorium kita juga terkoneksi secara global ke lima benua. Kenapa? Karena produk dari lima benua itu akan masuk ke Indonesia, demikian juga dengan produk kita akan disebar ke lima benua," tutupnya.

// Artikel Terkait