Sunday, 16 August 2026
Tekno

Tanggapan Keras China Terhadap Larangan Impor Robot oleh AS

China mengancam akan mengambil tindakan tegas jika Amerika Serikat tetap melanjutkan larangan impor robot dan inverter daya dari negara tersebut. Kementerian Perdagangan China mendesak AS untuk segera...

D
Dewi Kartika Lestari
31 July 2026 66 pembaca
China mengancam balas tegas jika AS bersikukuh melarang impor robot dan inverter daya. (Foto: REUTERS/Tingshu Wang)
China mengancam balas tegas jika AS bersikukuh melarang impor robot dan inverter daya. (Foto: REUTERS/Tingshu Wang)

China menyatakan akan memberikan respons yang tegas dan melindungi kepentingan nasionalnya jika Amerika Serikat (AS) tetap bersikeras dengan kebijakan larangan impor robot dan inverter daya yang diproduksi di China. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kementerian Perdagangan China pada Kamis (30/7).

Kementerian Perdagangan juga mendesak AS untuk segera mencabut kebijakan tersebut dan menghentikan "tindakan keliru" yang mereka lakukan. Dalam pernyataannya, kementerian tersebut menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh AS bersifat diskriminatif dan menekan perusahaan serta produk asal China.

Kebijakan FCC dan Dampaknya

Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) mengeluarkan kebijakan tersebut pada Selasa (28/7) dengan tujuan melindungi pengembangan kecerdasan buatan (AI) di AS dari ancaman keamanan nasional serta memindahkan kembali industri-industri penting yang diperkirakan akan tumbuh pesat. China menilai bahwa FCC telah mengabaikan pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh Beijing dan terus memperketat langkah-langkah pembatasan.

Kementerian Perdagangan China menuduh AS menggeneralisasi konsep keamanan nasional dan menyebut tindakan tersebut sebagai "distorsi pasar dan perilaku intimidasi sepihak" yang mengabaikan kepentingan industri kedua negara. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyatakan pada Rabu (29/7) bahwa proteksionisme tidak akan menjadikan AS lebih kompetitif, justru akan merugikan perusahaan dan konsumen di negara tersebut.

Larangan dan Implikasi Teknologi

Pada Selasa (27/7), FCC memperbarui "Covered List" atau daftar perangkat yang dibatasi dengan menambahkan dua kategori baru, yaitu "perangkat robotik canggih" yang mencakup robot bergerak seperti humanoid dan robot berkaki empat, serta inverter daya yang diproduksi di luar negeri. FCC mengklaim bahwa perangkat tersebut dapat menimbulkan kerentanan dalam rantai pasok yang berpotensi mengganggu keamanan ekonomi dan nasional AS, serta menciptakan risiko keamanan siber yang mengancam infrastruktur kritis di negara tersebut.

Robot humanoid dan robot berkaki empat saat ini masih dalam tahap awal pengembangan, dan impor perangkat tersebut dianggap dapat mendorong proses pembelajaran serta kemajuan teknologi. Pengamat senior industri telekomunikasi, Xiang Ligang, berpendapat bahwa larangan ini justru akan memaksa perusahaan-perusahaan AS untuk beroperasi "di balik pintu tertutup" dan memperlambat inovasi.

Direktur Cutting-Edge Technology Research Institute yang berbasis di Beijing, Zhang Xiaorong, menambahkan bahwa isolasi semacam itu akan menghambat proses pembelajaran dan perbandingan teknologi di bidang baru seperti robot humanoid yang masih jauh dari adopsi massal. Ia juga menekankan bahwa inverter daya merupakan komponen penting bagi pusat data AI dan integrasi energi terbarukan.

Zhang mengingatkan bahwa menolak produk China yang lebih hemat biaya dapat meningkatkan biaya listrik dan memperlambat kemajuan AI akibat masalah pasokan atau harga. Xiang juga menyatakan bahwa sistem energi di AS saat ini menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal keterbatasan pasokan listrik untuk mendukung perkembangan AI. Ia menegaskan bahwa jika inverter dari China tidak digunakan, pilihan lain yang ada akan memiliki pasokan yang tidak stabil atau harga yang terlalu tinggi, yang jelas bukan langkah bijak.

// Artikel Terkait