Monday, 15 June 2026
Kesehatan

Tangerang Selatan Terdepan dalam Indeks Polusi Udara di Indonesia, Bandung Menggeser Jakarta

Kualitas udara di sejumlah kota besar di Indonesia mengalami penurunan signifikan, dengan Tangerang Selatan mencatatkan angka polusi tertinggi. Bandung berhasil mengalahkan Jakarta dalam hal kualitas...

N
Nabila Safira Putri
15 June 2026 8 pembaca
Tangerang Selatan Terdepan dalam Indeks Polusi Udara di Indonesia, Bandung Menggeser Jakarta
Foto: Andhika Prasetia

Kualitas udara di berbagai kota besar Indonesia kembali menunjukkan penurunan yang mencolok. Menurut data dari IQ Air yang diambil pada pukul 09:30 WIB, Tangerang Selatan dan sekitarnya berada di posisi teratas dengan polusi udara terburuk. Tingkat polusi di beberapa kota bahkan mencapai angka yang jauh di atas batas aman yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kawasan Serpong mencatat air quality index (AQI) tertinggi dengan nilai 191, diikuti oleh Tangerang Selatan dengan AQI 190. Kedua wilayah ini masuk dalam kategori tidak sehat dan dapat berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan. AQI yang berada pada rentang 151 hingga 200 menunjukkan peningkatan kemungkinan efek samping pada jantung dan paru-paru di kalangan masyarakat umum, terutama bagi mereka yang sensitif. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk menunda aktivitas di luar ruangan.

Perbandingan Kualitas Udara di Kota Besar

Pagi ini, Kota Bandung berhasil melampaui Jakarta dalam daftar kota dengan polusi tertinggi. Bandung mencatatkan AQI sebesar 153, sementara Jakarta berada di angka 122. Berikut adalah urutan kota dengan kualitas udara terburuk berdasarkan AQI:

  1. Serpong 191
  2. Tangerang Selatan 190
  3. Bandung 153
  4. Semarang 128
  5. Surabaya 125
  6. Jakarta 122
  7. Tangerang 108
  8. Jambi 82
  9. Palembang 80
  10. Pekanbaru 62

Konsentrasi PM2.5 yang Mengkhawatirkan

Selain tingginya indeks AQI, konsentrasi partikel halus PM2.5 di berbagai kota juga menjadi perhatian serius. PM2.5 adalah partikel mikroskopis yang dapat masuk ke dalam paru-paru dan aliran darah. Paparan jangka panjang terhadap PM2.5 telah dikaitkan dengan peningkatan risiko asma, penyakit jantung, stroke, kanker paru-paru, hingga kematian dini. Secara umum, konsentrasi PM2.5 di kota-kota yang terdaftar sebagai terpolusi pagi ini tercatat rata-rata enam kali lipat di atas batas aman tahunan yang direkomendasikan oleh WHO. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat masih terpapar polusi udara pada level yang berisiko bagi kesehatan jika berlangsung terus-menerus.

Dominasi Tangerang Selatan di puncak daftar bukanlah hal baru. Sepanjang tahun 2025, Tangerang Selatan telah tercatat sebagai salah satu kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia berdasarkan pemantauan dari berbagai platform global. Tingginya aktivitas kendaraan bermotor, keberadaan kawasan industri, pembangunan yang masif, serta kondisi cuaca tertentu diduga menjadi faktor yang memperburuk kualitas udara di wilayah penyangga Jakarta ini.

Meski demikian, terdapat kabar baik dari Sulawesi Barat. Kota Mamuju tercatat sebagai salah satu wilayah dengan kualitas udara paling bersih dan sehat di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas udara yang baik masih dapat dipertahankan di daerah dengan tingkat urbanisasi dan aktivitas industri yang lebih rendah.

Para ahli mengingatkan masyarakat di daerah dengan kualitas udara yang buruk untuk membatasi aktivitas di luar ruangan saat polusi tinggi, menggunakan masker yang dapat menyaring partikel halus, serta memantau kondisi kualitas udara secara berkala guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan polusi.

// Artikel Terkait