Saturday, 15 August 2026
Politik & Hukum

Tamsil Linrung: Indikator Ekonomi Membaik, Ada Harapan bagi Masyarakat

Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung, menilai bahwa indikator-indikator ekonomi nasional menunjukkan perbaikan yang signifikan, memberikan harapan kepada masyarakat. Hal ini disampaikan setelah menangga...

D
Dimas Adhyaksa Putra
15 August 2026 14 pembaca
Tanggapi Pidato Prabowo, Tamsil Linrung Anggap Indikator Ekonomi Positif, Ada Harapan
Tanggapi Pidato Prabowo, Tamsil Linrung Anggap Indikator Ekonomi Positif, Ada Harapan
jpnn.com Sumber: jpnn.com

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Tamsil Linrung mengungkapkan bahwa saat ini indikator-indikator ekonomi nasional menunjukkan perbaikan yang nyata, yang memberikan harapan bagi masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Tamsil setelah mendengarkan pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI yang berlangsung di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Jumat, 14 Agustus.

Tamsil menjelaskan bahwa data pertumbuhan ekonomi yang disampaikan pemerintah sejalan dengan hasil penelitian dari berbagai lembaga independen dan akademis. "Semua data menunjukkan adanya pertumbuhan. Saya mempunyai data dari BPS, lembaga riset di kampus, BRIN, hingga Universitas Hasanuddin. Datanya hampir sama dengan BPS," ungkap Tamsil di kompleks parlemen.

Pertumbuhan Ekonomi dan Penurunan Rasio Gini

Dia menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi ini juga sejalan dengan penurunan rasio gini dari 0,38 poin menjadi 0,36. Tamsil menggarisbawahi bahwa penurunan rasio gini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai dirasakan secara merata oleh masyarakat. "Penurunan ini menjadi bukti bahwa hasil pertumbuhan ekonomi mulai dirasakan oleh masyarakat lapisan bawah," kata Tamsil.

Menurut Tamsil, pertumbuhan ekonomi di sektor perdagangan memberikan dampak langsung melalui kebijakan yang memastikan pasokan dan harga. Ia menyoroti pentingnya kepastian pasokan pupuk, yang membuat petani merasa lebih aman karena ketersediaan pupuk terjamin saat musim tanam. "Ini dihat ada stabilitas harga, saat musim panen harga komoditas terjaga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET)," ujarnya.

Optimisme Terhadap Kebijakan Baru

Tamsil juga menjawab pertanyaan mengenai maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tengah perbaikan pertumbuhan ekonomi. Ia menegaskan bahwa situasi tersebut merupakan konsekuensi dari kebijakan yang diterapkan pada periode sebelumnya, yang dampaknya baru terasa saat ini. Ia optimis bahwa kebijakan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto akan menciptakan lapangan kerja secara masif.

Lebih lanjut, Tamsil memberikan perhatian pada peningkatan kualitas kerja dan perlindungan tenaga kerja. Ia menyatakan bahwa saat ini sudah ada regulasi yang menjamin Pekerja Rumah Tangga (PRT) termasuk kepastian standar upah, yang dinilai sebagai langkah maju yang sangat positif. "Ya, memanf saat ini baru pekerja-pekerja informal,” tambahnya.

Tamsil juga memberikan apresiasi terhadap kebijakan efisiensi dan pemangkasan BUMN yang telah menghemat anggaran hingga Rp51 triliun dalam setahun terakhir. "Ini sesuatu yang positif, apalagi ada kebijakan yang mengurangi jumlah BUMN karena setiap pengurangan itu ada implikasi yaitu efisiensi," ucapnya.

Ia mendukung rencana rasionalisasi sektor perbankan nasional, mengingat jumlah bank di Indonesia dinilai berlebihan dengan jumlah ideal sekitar 25. "Sisa aset dan potensi investasi dari rasionalisasi ini dinilai tepat untuk dialokasikan ke Badan Pengelola Investasi Danantara," jelasnya.

Selain itu, Tamsil menyoroti rencana penataan ulang izin operasional bank asing di daerah untuk menerapkan asas resiprositas yang adil, sama seperti yang berlaku bagi bank nasional di luar negeri. "Jadi masih ada harapan, tidak 'gelap-gelap banget' seperti yang dikhawatirkan beberapa pengamat. Kami belum bisa memvonis gagal karena indikator ekonominya bagus, meski belum 100 persen sempurna dan masih ada celah kelemahan yang juga diakui oleh Presiden," pungkas Tamsil.

// Artikel Terkait