Wednesday, 10 June 2026
Kesehatan

--- Survei Mengungkap Beban Kerja Dokter Internship yang Meningkat, Cuti Sakit Sulit Didapat ---

--- Sebuah survei yang dilakukan oleh Asosiasi Program Internsip Dokter dan Dokter Gigi Indonesia menunjukkan bahwa 79 persen dokter internship merasa beban kerja mereka lebih berat dibandingkan dokte...

D
Dewi Kartika Lestari
12 May 2026 14 pembaca
---
Survei Mengungkap Beban Kerja Dokter Internship yang Meningkat, Cuti Sakit Sulit Didapat

---
Foto: Getty Images/bymuratdeniz
---TITLEEXCERPT--- Sebuah survei yang dilakukan oleh Asosiasi Program Internsip Dokter dan Dokter Gigi Indonesia menunjukkan bahwa 79 persen dokter internship merasa beban kerja mereka lebih berat dibandingkan dokter definitif, dengan masalah cuti sakit yang sulit diakses. ---CONTENT---

Jakarta - Asosiasi Program Internsip Dokter (PIDI) dan Dokter Gigi Indonesia (PIDGI) melaksanakan survei singkat pada tanggal 8 hingga 9 April 2026, yang melibatkan 2.620 responden dari peserta internship aktif antara Mei 2025 hingga Februari 2026. Hasil survei ini mengungkapkan sejumlah permasalahan serius yang dihadapi oleh para dokter internship, terutama terkait beban kerja yang berlebihan dan bantuan biaya hidup yang tidak mencukupi.

Beban Kerja yang Berat

Hasil survei menunjukkan bahwa 79,3 persen dokter internship mengeluhkan beban kerja yang setara atau bahkan lebih berat dibandingkan dengan dokter definitif. Selain itu, 12,5 persen peserta internship melaporkan bahwa mereka bekerja melebihi batas jam kerja yang telah ditetapkan.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Menyangkut keselamatan dan kesehatan kerja, banyak dokter internship yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan jatah cuti sakit, dengan angka mencapai 16,9 persen. Selain itu, 18,1 persen responden mengaku tidak memperoleh jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan yang memadai. Dalam laporan survei tersebut, dinyatakan bahwa 83,4 persen responden merasa bantuan biaya hidup dan/atau insentif yang mereka terima tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan sebagian dari mereka mengalami keterlambatan dalam pembayaran.

Di beberapa daerah, besaran bantuan biaya hidup juga tercatat jauh di bawah upah minimum yang berlaku, menunjukkan adanya ketidakadilan dalam sistem kompensasi yang diterima oleh para dokter internship.

Tugas di Luar Kompetensi

Lebih lanjut, survei ini juga menemukan bahwa sekitar 26,4 persen responden ditugaskan untuk melakukan pekerjaan di luar kompetensi mereka. Dalam beberapa kasus, mereka tidak mendapatkan pendampingan saat menjalani praktik, yang tentunya meningkatkan risiko bagi keselamatan pasien.

Kurangnya Supervisi dan Evaluasi

Sebanyak 23,3 persen responden menyatakan bahwa mereka tidak mendapatkan supervisi rutin, dan 62,8 persen lainnya melaporkan tidak adanya evaluasi berkala terhadap program internship. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pembinaan dan pengawasan yang ada belum berjalan dengan optimal sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dengan temuan-temuan ini, jelas bahwa kondisi kerja para dokter internship perlu mendapatkan perhatian serius untuk meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan mereka dalam menjalankan tugas.

// Artikel Terkait