Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Spanyol Menghadapi Gelombang Panas Ketiga dengan Suhu Mencapai 45 Derajat Celsius

Spanyol bersiap menghadapi gelombang panas ketiga pada musim panas ini, dengan suhu diperkirakan mencapai lebih dari 45 derajat Celsius di beberapa wilayah. Badan Meteorologi Nasional Spanyol menginga...

I
Intan Permatasari
19 July 2026 68 pembaca
Foto: REUTERS/Mohammed Salem
Foto: REUTERS/Mohammed Salem

Spanyol kini bersiap menghadapi gelombang panas ketiga di musim panas tahun ini. Mulai Selasa (21/7), suhu di berbagai daerah diprediksi akan menembus angka 40 derajat Celsius, bahkan berpotensi melampaui 45 derajat Celsius di sejumlah lokasi.

Badan Meteorologi Nasional Spanyol (AEMET) menyatakan bahwa gelombang panas ini disebabkan oleh keberadaan area bertekanan tinggi yang menetap di atas Semenanjung Iberia. Hal ini menyebabkan udara panas dan kering dari Afrika Utara terperangkap, sehingga suhu meningkat secara drastis dalam beberapa hari ke depan.

Puncak Gelombang Panas Diperkirakan Tiba

Puncak dari gelombang panas ini diperkirakan akan terjadi hingga Kamis (23/7), di mana suhu di beberapa wilayah dapat melampaui 45 derajat Celsius. AEMET telah mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan individu dengan penyakit tertentu memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami masalah kesehatan akibat cuaca ekstrem.

"Tingkat bahayanya akan signifikan selama jam-jam tengah hari, terutama untuk aktivitas luar ruangan dan kelompok rentan," ungkap AEMET.

Gelombang Panas Ketiga di Musim Panas Ini

Gelombang panas saat ini merupakan yang ketiga kalinya melanda Spanyol sepanjang musim panas ini. Sebelumnya, negara ini telah mengalami gelombang panas pada akhir Juni yang memecahkan rekor suhu di berbagai wilayah Eropa, diikuti oleh gelombang panas lainnya pada awal Juli.

Menurut AEMET, paruh pertama musim panas tahun ini tercatat sebagai yang terpanas di daratan utama Spanyol sejak pencatatan dimulai pada tahun 1961. Rata-rata suhu dari 1 Juni hingga 15 Juli mencapai 24,5 derajat Celsius, yang lebih tinggi 3,3 derajat Celsius dibandingkan dengan rata-rata periode acuan 1991-2020 yang berada di kisaran 21,2 derajat Celsius.

Para ilmuwan mengemukakan bahwa perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia berkontribusi pada terjadinya gelombang panas yang lebih lama, lebih sering, dan lebih intens. Hal ini juga menyebabkan pengeringan vegetasi, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan.

Awal bulan ini, kebakaran hutan besar di Provinsi Almeria, Spanyol tenggara, mengakibatkan 13 orang tewas. Insiden tersebut menjadi salah satu kebakaran hutan paling mematikan yang terjadi di Spanyol dalam beberapa tahun terakhir.

// Artikel Terkait