Anggota Komisi I DPR RI, Yudha Novanza Utama, menegaskan bahwa pengungkapan sindikat judi online internasional oleh pihak kepolisian merupakan peringatan serius bagi semua pihak. Dia menilai bahwa kasus ini tidak hanya berkaitan dengan uang haram, tetapi juga menjadi isu penting terkait kedaulatan siber Indonesia.
"Ini bukan hanya soal judi ilegal, tetapi sudah menjadi isu serius mengenai keamanan siber, pengelolaan ruang digital, dan yang lebih parah, Indonesia bisa menjadi markas bagi kejahatan transnasional!" ungkap Yudha saat memberikan keterangan di Jakarta pada hari Senin, 11 Mei.
Modus Operandi yang Canggih
Yudha menjelaskan bahwa modus operandi sindikat ini sangat sistematis, mencakup penggunaan infrastruktur digital yang canggih, perubahan domain untuk menghindari pemblokiran, serta pemanfaatan celah dari kunjungan internasional untuk berpindah-pindah negara. "Mereka beroperasi di tengah kota, di kawasan bisnis dan perkantoran, tetapi sangat sulit untuk dideteksi. Ini menunjukkan bahwa ancaman kejahatan digital semakin kompleks dan semakin lihai dalam berkamuflase," tambahnya.
Perlu Sinergi Antar Lembaga
Meskipun demikian, Yudha memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah strategis yang diambil oleh Korps Bhayangkara dalam menjaga integritas ruang siber nasional dan mencegah Indonesia menjadi pusat baru bagi jaringan judi online internasional. Namun, dia mengingatkan bahwa kasus ini harus dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh, terutama dalam pengawasan aktivitas digital lintas negara, koordinasi antar lembaga, serta efektivitas pengendalian infrastruktur digital yang digunakan untuk aktivitas ilegal.
"Harus ada sinergi yang kuat antara penegak hukum, Kementerian Komunikasi dan Informatika, PPATK, Imigrasi, dan lembaga terkait lainnya, khususnya dalam melacak transaksi mencurigakan, pengawasan lalu lintas digital, dan potensi pencucian uang yang berkaitan dengan judi online internasional," tegasnya.