Sunday, 17 May 2026
Politik & Hukum

Fondasi Kedaulatan Indonesia di Era Prabowo Subianto

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan arah pembangunan yang jelas dan berfokus pada kemandirian bangsa, dengan berbagai program strategis yang mengedepankan ekonomi dan kedaulatan nasiona...

S
Salsabila Nur Azzahra
17 May 2026 1 pembaca
Fondasi Kedaulatan Indonesia di Era Prabowo Subianto
Prabowonomic: Presiden Prabowo Membangun Fondasi Indonesia Berdaulat
jpnn.com Sumber: jpnn.com

Ketua Lembaga Pemikiran Strategik Prabowonomic, Tommy Nicson, menilai bahwa satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan arah pembangunan nasional yang semakin terukur dan berorientasi pada penguatan kedaulatan bangsa. Dalam wawancara khusus yang berlangsung di Jakarta, Tommy menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo tidak hanya menjalankan program populis jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju yang mandiri dalam aspek pangan, ekonomi, teknologi, dan geopolitik.

Tommy mengungkapkan bahwa banyak pihak yang hanya melihat program pemerintah secara terpisah. Namun, jika dilihat secara keseluruhan, semua kebijakan yang diterapkan oleh Presiden Prabowo membentuk sebuah arsitektur besar pembangunan nasional yang saling terhubung. “Kalau kita lihat secara utuh, ada benang merah yang sangat kuat. Presiden Prabowo sedang membangun kemandirian nasional dari desa, pangan, industri, pertahanan, sampai diplomasi global. Ini bukan program yang berdiri sendiri-sendiri,” ujarnya pada Rabu (13/5/2026).

Transformasi Ekonomi Melalui Desa

Tommy juga menyoroti program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sebagai salah satu kebijakan strategis dalam transformasi ekonomi nasional. Ia menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun, desa hanya dianggap sebagai objek pembangunan, tetapi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, desa mulai diposisikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Program pembentukan 70 ribu Kopdes Merah Putih dianggap sebagai instrumen penting untuk memperpendek rantai distribusi, memperkuat posisi petani, dan membangun ekonomi kerakyatan berbasis produksi. “Selama ini petani kita lemah karena rantai distribusi terlalu panjang dan permainan tengkulak terlalu kuat. Nah, Kopdes Merah Putih hadir untuk memutus ketimpangan itu,” jelas Tommy.

Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak hanya membangun koperasi secara administratif, tetapi juga sedang menciptakan ekosistem ekonomi desa modern yang berlandaskan manajemen profesional, teknologi digital, dan kolaborasi lintas sektor. Selain itu, tingginya antusiasme generasi muda dalam rekrutmen manajer Kopdes Merah Putih, yang mencapai ratusan ribu pelamar, menunjukkan bahwa anak muda Indonesia masih memiliki idealisme yang tinggi untuk membangun desa dan bangsa. “Ini luar biasa. Anak muda sekarang tidak lagi hanya berpikir bekerja di kota besar. Mereka mulai melihat desa sebagai ruang pengabdian dan ruang ekonomi masa depan,” tambahnya.

Kedaulatan Pangan dan Tantangan Kebijakan

Tommy juga menekankan pentingnya kedaulatan pangan sebagai pilar utama dalam pembangunan nasional. “Dalam situasi dunia seperti sekarang, stabilitas adalah kemewahan. Banyak negara mengalami konflik politik dan krisis ekonomi. Indonesia justru relatif stabil,” tuturnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pemerintah masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal reformasi birokrasi, efektivitas implementasi kebijakan, dan pemberantasan korupsi. Namun, Tommy optimis bahwa pemerintahan Presiden Prabowo memiliki kapasitas untuk menghadapi tantangan tersebut karena arah kebijakan nasional dinilai semakin jelas. “Yang paling penting sekarang adalah konsistensi. Fondasinya sudah mulai dibangun. Tinggal bagaimana seluruh elemen bangsa mengawal agar agenda besar ini berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Di akhir wawancara, Tommy menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo saat ini berada dalam fase membangun pondasi peradaban baru Indonesia. Keberhasilan sejati, menurutnya, tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi tahunan, tetapi dari kemampuan negara dalam membangun kemandirian nasional dalam jangka panjang. “Presiden Prabowo sedang membangun dasar Indonesia yang lebih berdaulat, lebih mandiri, dan lebih dihormati dunia. Ini bukan kerja lima bulan atau satu tahun. Ini kerja sejarah,” pungkas Tommy.

// Artikel Terkait