Wednesday, 01 July 2026
Tekno

Serangan Siber Israel Terhadap Iran Mengganggu Layanan Perbankan

Iran mengalami serangan siber yang berasal dari Israel, yang mengakibatkan gangguan pada layanan perbankan di negara tersebut, termasuk di beberapa bank besar.

N
Nabila Safira Putri
26 June 2026 18 pembaca
Serangan siber Israel melumpuhkan layanan perbankan di Iran, termasuk Bank Melli dan Saderat. (Foto: iStockphoto)
Serangan siber Israel melumpuhkan layanan perbankan di Iran, termasuk Bank Melli dan Saderat. (Foto: iStockphoto)

Iran kembali menghadapi serangan siber yang diduga berasal dari Israel. Kali ini, target serangan adalah bank-bank yang berhubungan dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), yang menyebabkan layanan perbankan di negara tersebut terganggu.

Menurut Informatics Services Corporation, serangan ini berdampak pada layanan perbankan berbasis kartu di Bank Melli, Bank Saderat, dan Bank Tejerat. Akibatnya, seluruh operasi terkait kartu di ketiga bank tersebut harus dihentikan sementara.

Upaya Pemulihan Layanan

Tim keamanan siber saat ini tengah berusaha untuk memulihkan layanan agar dapat beroperasi kembali seperti semula. Kepala hubungan masyarakat dari perusahaan yang bersangkutan menyatakan bahwa layanan ATM, EDC, dan aplikasi mobile banking yang terhubung dengan sistem kartu semuanya terkena dampak dari serangan ini.

Sebelumnya, pada 14 Juni, gangguan serupa juga terjadi di beberapa bank besar, termasuk Melli, Saderat, Tejarat, dan Export Development Bank of Iran. Menurut Dewan Koordinasi Perbankan Iran, insiden sebelumnya disebabkan oleh serangan siber yang menargetkan sistem komunikasi bersama.

Perkiraan Penyelesaian Masalah

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa bank sentral memprediksi masalah terbaru ini akan dapat diselesaikan pada Rabu pagi, dan seluruh layanan diharapkan kembali beroperasi normal. Para pejabat menyatakan bahwa insiden sebelumnya, yang memerlukan waktu beberapa hari untuk diselesaikan, tidak menyebabkan kebocoran data nasabah.

Pihak Iran belum mengungkapkan siapa yang mereka duga berada di balik serangan ini. Namun, otoritas setempat sering kali menuduh aktor asing yang bermusuhan, termasuk Israel, sebagai pelaku dari insiden-insiden serupa. Sementara itu, Israel belum memberikan komentar terkait tuduhan tersebut.

// Artikel Terkait