Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Selebgram Fahira Almira Berobat ke Penang, Apa yang Perlu Diketahui tentang Usus Buntu?

Fahira Almira, seorang selebgram, menjadi sorotan setelah berobat ke Penang, Malaysia, untuk mengatasi masalah pencernaan. Di Indonesia, ia didiagnosis radang usus buntu, namun diagnosis berbeda didap...

D
Doni Setiawan
12 August 2026 50 pembaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/sirawit99)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/sirawit99)

Jakarta - Fahira Almira, seorang selebgram, tengah ramai dibicarakan publik setelah melakukan pengobatan di Penang, Malaysia, untuk masalah yang berkaitan dengan organ pencernaannya. Di rumah sakit yang ada di Indonesia, ia mendapatkan diagnosis radang usus buntu, tetapi saat dirawat di rumah sakit di Malaysia, diagnosis yang diterimanya berbeda.

Pemahaman tentang Usus Buntu

Kasus ini membuka diskusi mengenai usus buntu dan berbagai pilihan pengobatannya. Apakah tindakan operasi merupakan langkah utama yang harus diambil, ataukah kondisi ini dapat sembuh tanpa memerlukan prosedur bedah? Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi, dr. Aru Ariadno, SpPD-KGEH FINASIM dari Mayapada Hospital, menjelaskan bahwa usus buntu dapat diatasi baik dengan operasi maupun tanpa operasi, tergantung pada kondisi pasien, apakah usus buntu tersebut tergolong akut atau masih ringan.

Kapan Operasi Diperlukan?

“Kapan operasi usus buntu wajib dikerjakan (cito), pada kondisi apendisitis akut di mana terdapat tanda-tanda nyeri perut kanan bawah yang khas, mual, dan disertai demam,” ungkap dr. Aru saat dihubungi. Ia juga menambahkan bahwa pada kasus radang usus buntu yang ringan dan tanpa komplikasi, penundaan operasi masih diperbolehkan. Beberapa tindakan seperti pemberian antibiotik intravena dapat membantu mengurangi risiko kondisi semakin parah.

Namun, perlu diingat bahwa usus buntu yang tidak dioperasi memiliki risiko untuk kambuh di kemudian hari. Ini disebabkan oleh fakta bahwa operasi merupakan standar utama dalam penanganan usus buntu.

// Artikel Terkait