JAKARTA – Jengkol dikenal sebagai salah satu makanan favorit di Indonesia, namun dokter memperingatkan bahwa konsumsi berlebihan dapat menimbulkan risiko cedera ginjal. Selain menimbulkan bau pada urine, jengkol menyimpan potensi masalah kesehatan yang tidak boleh diabaikan.
Dokter umum dan influencer kesehatan, dr Tirta Mandira Hudhi, menjelaskan bahwa jengkol mengandung senyawa sulfur yang berpengaruh pada aroma urine setelah dikonsumsi. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang mengeluhkan bau yang menyengat setelah menyantap jengkol.
Dampak Jengkol pada Tubuh
Menurut dr Tirta, dampak yang ditimbulkan jengkol berbeda dengan bawang. Sementara bawang lebih sering mempengaruhi bau napas dan badan, jengkol memberikan efek yang lebih signifikan pada aroma urine. "Untuk jengkol sendiri, dampaknya tuh lebih besar ke urin. Kalau kamu konsumsi jengkol itu terlalu banyak, itu bisa membuat urin beraroma sangat menyengat dan pesing," ungkapnya.
Risiko Kesehatan Lainnya
Meskipun aroma menyengat pada urine sering dianggap sebagai efek samping yang biasa, hal ini bukan satu-satunya yang perlu diwaspadai. Terdapat risiko kesehatan yang lebih serius jika jengkol dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menyadari potensi bahaya dari konsumsi jengkol yang berlebihan.