Ray Rangkuti, Direktur Eksekutif LIMA, mengungkapkan bahwa reshuffle yang dilakukan oleh Prabowo Subianto lebih bersifat rotasi jabatan ketimbang perubahan signifikan dalam struktur pemerintahan. Menurutnya, langkah tersebut tidak menunjukkan adanya pembaruan yang substansial.
Rangkuti menjelaskan bahwa reshuffle ini cenderung hanya mengubah posisi para pejabat tanpa mengubah arah kebijakan yang ada. Ia menilai, perubahan yang terjadi lebih berfokus pada penyesuaian individu di dalam kabinet, tanpa adanya inovasi atau strategi baru yang dihadirkan. "Ini lebih kepada mengutak-atik sosok yang ada, bukan menciptakan sesuatu yang baru," ujarnya.
Dengan pandangan tersebut, Rangkuti menekankan pentingnya melihat reshuffle sebagai langkah yang tidak memberikan dampak besar terhadap kebijakan publik. Ia berharap ke depan akan ada langkah-langkah yang lebih berani dan inovatif dari Prabowo untuk menghadapi tantangan yang ada.
Dalam konteks ini, perkembangan selanjutnya dari reshuffle yang dilakukan Prabowo akan sangat dinantikan, terutama terkait dengan dampaknya terhadap kebijakan dan kinerja pemerintahan.