Wednesday, 01 July 2026
Kesehatan

--- Reaksi Santai Menkes Budi Terkait Pencalonannya Sebagai Dirjen WHO ---

--- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjadi sorotan sebagai kandidat kuat untuk posisi Direktur Jenderal WHO. Menanggapi kabar tersebut, Budi menunjukkan sikap santai dan humoris. ---

P
Patrick Jonathan
22 June 2026 10 pembaca
Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja
Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja
---TITLEEXCERPT--- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjadi sorotan sebagai kandidat kuat untuk posisi Direktur Jenderal WHO. Menanggapi kabar tersebut, Budi menunjukkan sikap santai dan humoris. ---CONTENT---

Jakarta - Nama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin akhir-akhir ini banyak dibicarakan sebagai salah satu kandidat potensial untuk jabatan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Berbagai media internasional bahkan menganggap Budi memiliki peluang besar untuk memimpin lembaga kesehatan global tersebut.

Saat ditanya mengenai isu ini, Budi merespons dengan santai. "Iya?" ujarnya sambil tertawa ketika wartawan mengajukan pertanyaan. Tak lama setelah itu, ia menambahkan dengan nada bercanda, "Saya jadi ikatan wartawan saja."

Peluang Pencalonan dan Pembicaraan dengan Presiden

Sebelumnya, media internasional Devex melaporkan bahwa Budi termasuk dalam daftar kandidat yang berpeluang untuk menjadi Dirjen WHO mendatang. Dalam wawancara yang dilakukan oleh Devex di sela-sela World Health Assembly ke-79 di Jenewa, Budi menyatakan bahwa ia telah mendiskusikan peluang tersebut dengan Presiden Prabowo Subianto.

Meski demikian, Budi menegaskan bahwa pencalonan untuk posisi Direktur Jenderal WHO bukanlah keputusan pribadi, melainkan harus diajukan secara resmi oleh negara. "Saya akan mengonfirmasi setelah negara mengirimkan surat resmi, karena menjadi Direktur Jenderal WHO bukan pengajuan individu, melainkan harus diajukan oleh negara," ungkapnya.

Dukungan Internasional dan Latar Belakang Budi

Nama Budi juga tercatat dalam laporan Health Policy Watch, yang menyebutkan bahwa Menteri Kesehatan Indonesia ini merupakan salah satu kandidat yang diperhitungkan untuk memimpin WHO di tengah tantangan pembiayaan dan reformasi organisasi. Laporan tersebut menyoroti latar belakang Budi sebagai mantan bankir yang dianggap memiliki kemampuan dalam pengelolaan keuangan yang dibutuhkan oleh WHO.

Selain itu, reformasi sistem kesehatan serta digitalisasi layanan kesehatan yang dilakukan Indonesia setelah pandemi COVID-19 juga dinilai sebagai nilai tambah. Beberapa sumber internasional bahkan menyatakan bahwa Budi mendapatkan dukungan dari sejumlah negara Asia dan memiliki potensi untuk menjadi jembatan antara negara-negara berkembang dan negara maju dalam mendorong reformasi di WHO.

Apabila Budi resmi mencalonkan diri dan terpilih, ia akan menjadi orang Indonesia pertama yang memimpin salah satu badan khusus utama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

// Artikel Terkait