Sunday, 16 August 2026
Finansial

RANS Entertainment Resmi Melantai di Bursa, Haji Isam dan Boy Thohir Hadir

PT RANS Entertainment telah resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2026, mengumpulkan dana sebesar Rp429,25 miliar. Dalam debutnya, saham RANS mengalami lonjakan signifikan.

A
Aryani Sarasvati
12 July 2026 99 pembaca
RANS Entertainment Indonesia IPO di Jakarta,Kamis (10/7/2026). [Suara.com/Rina A]
RANS Entertainment Indonesia IPO di Jakarta,Kamis (10/7/2026). [Suara.com/Rina A]
suara.com Sumber: suara.com

PT RANS Entertainment Indonesia Tbk, dengan kode emiten RANS, telah resmi menjadi perusahaan terbuka setelah melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Jumat, 10 Juli 2026. Dengan langkah ini, RANS menjadi emiten ketujuh yang melantai di bursa domestik sepanjang tahun 2026.

Acara pencatatan saham perdana tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen perusahaan, pelaku pasar, serta sejumlah tokoh penting dalam dunia usaha. Di antara para tamu yang hadir, terlihat pengusaha Garibaldi Thohir, Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam), Axton Salim, dan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie. Figur publik seperti Anang Hermansyah, Nazril Irham, dan Gading Marten juga turut menyaksikan prosesi tersebut di gedung bursa.

Performa Saham RANS di Pasar

Pada debut pertamanya di pasar sekunder, saham RANS mengalami kenaikan sebesar 34,12 persen, mencapai harga Rp228 per lembar dari harga penawaran awal yang ditetapkan sebesar Rp170. Kenaikan ini membuat saham RANS menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA). Berdasarkan data perdagangan sesi awal, volume saham yang ditransaksikan tercatat sebanyak 7.683 lot, dengan total nilai mencapai Rp175,17 juta melalui 1.580 transaksi.

Melalui penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) ini, RANS melepas sebanyak 2,525 miliar lembar saham baru, yang mewakili sekitar 20,02 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga eksekusi Rp170 per saham, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp429,25 miliar, dengan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Rencana Penggunaan Dana IPO

Manajemen RANS telah merencanakan penggunaan dana hasil IPO untuk mendukung beberapa sektor usaha perusahaan. Rincian alokasi dana mencakup: 37,61 persen untuk penyelenggaraan konser musik di berbagai kota, 19,80 persen untuk akuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia, dan 18,64 persen untuk pembangunan proyek destinasi bermain dan edukasi Cipungland. Selain itu, 8,15 persen akan digunakan untuk investasi dalam teknologi kecerdasan buatan melalui joint venture dengan PT Feedloop Global Teknologi, dan 6,98 persen untuk restrukturisasi utang.

Dokumen prospektus perusahaan juga mencatat adanya tujuh entitas anak perusahaan yang saat ini belum beroperasi secara komersial, yang menjadi perhatian bagi pelaku pasar dalam mengevaluasi kinerja keuangan jangka panjang perusahaan.

Komposisi Pemegang Saham RANS

Setelah IPO, Raffi Ahmad sebagai pendiri perusahaan tetap memegang posisi sebagai pemilik saham mayoritas. Sisa kepemilikan saham lainnya tersebar di beberapa institusi, figur publik, serta pejabat publik. PT Indonesia Entertainment Grup memiliki porsi kepemilikan sebesar 7,23 persen, setara dengan 911,5 juta lembar saham. Dony Oskaria, yang menjabat sebagai Kepala BP BUMN dan COO Danantara, memiliki 2,74 persen atau 345,25 juta lembar saham, yang hampir setara dengan porsi kepemilikan Soultan Ariq Rachman. Sutanto Hartono, CEO Emtek Media, menguasai 1,14 persen atau 144 juta lembar saham, sedangkan Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, memiliki 0,99 persen atau 124,75 juta lembar saham. Kaesang Pangarep, Ketua Umum PSI, juga tercatat sebagai pemegang saham dengan 0,91 persen atau 115,25 juta lembar saham. Sisa kepemilikan lainnya dipegang oleh Hikmat Janika (0,68 persen), PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi (0,61 persen), serta publik dengan total akumulasi 20,02 persen.

Artikel ini disajikan sebagai informasi dan hanya mencakup data publik mengenai perkembangan pasar modal. Keputusan untuk berinvestasi, baik dalam bentuk pembelian atau penjualan saham, sepenuhnya merupakan hak dan tanggung jawab pembaca secara mandiri. Media ini tidak bertanggung jawab atas potensi keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi tersebut.

// Artikel Terkait