Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa ia belum mendapatkan informasi mengenai nilai kontrak untuk pengadaan rudal BrahMos yang berasal dari India. Kerja sama ini diumumkan saat kunjungan Perdana Menteri India ke Jakarta. Purbaya percaya bahwa alokasi anggaran Kementerian Pertahanan untuk tahun 2026 yang mencapai Rp181,7 triliun akan mencukupi kebutuhan proyek pengadaan rudal tersebut.
Anggaran Kementerian Pertahanan Cukup
Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa anggaran yang akan digunakan untuk pengadaan rudal tersebut berasal dari Kementerian Pertahanan. Ia menyatakan keyakinannya bahwa anggaran tersebut memadai. "Kan anggaran pertahanan cukup, saya pikir mereka akan mengalihkan dari situ untuk belanjanya. Saya enggak tahu nanti saya tanyakan ke Kementerian Pertahanan," ujarnya saat menghadiri acara Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 di Senayan Tennis Indoor Complex, Jakarta.
Ia menegaskan kembali bahwa anggaran untuk proyek ini mencukupi, mengingat Kementerian Pertahanan memiliki dana yang besar. "Tapi anggaran kepentingan pertahanan cukup besar. Harusnya sih cukup," tegasnya.
Detail Kerja Sama Pengadaan Rudal
Rudal BrahMos, yang merupakan hasil kolaborasi antara India dan Rusia, direncanakan untuk dibeli oleh Indonesia. Sebagai informasi, alokasi anggaran Kementerian Pertahanan untuk tahun 2026 adalah sebesar Rp 181,7 triliun, yang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal.
Kontrak kerja sama untuk pengadaan rudal BrahMos antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia diumumkan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi pada Selasa, 7 Juli 2026, dalam rangkaian kunjungan kenegaraan PM Modi di Istana Merdeka, Jakarta.
Kerja sama dalam pengadaan rudal BrahMos serta rudal udara ke udara merupakan bagian dari total 16 dokumen kerja sama yang diumumkan selama kunjungan tersebut. PM Modi, dalam pernyataannya bersama Presiden Prabowo di Ruang Kredensial Istana Merdeka, menegaskan komitmen India untuk meningkatkan kerja sama dengan Indonesia di berbagai bidang, termasuk pertahanan, manajemen penanggulangan bencana, dan keamanan, khususnya di wilayah perairan Samudera Hindia.