Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengalami kegagalan dalam membeli motor Harley-Davidson dengan harga diskon di ICE BSD, Tangerang, pada Agustus 2026. Peringatan dari Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Robert Marbun, menyatakan bahwa potongan harga untuk motor tersebut masuk dalam kategori gratifikasi.
Sebelumnya, Purbaya memiliki niat untuk membeli motor gede Harley-Davidson yang merupakan hasil lelang sitaan dari Kejaksaan Agung pada bulan Juni lalu. Dalam sebuah acara di GIIAS 2026, Purbaya menceritakan bahwa ia dijanjikan potongan harga sebagai bonus atas keberhasilannya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ia mencatat bahwa selama ini pertumbuhan ekonomi hanya berada di angka 5 persen atau bahkan lebih rendah.
Harapan Bonus yang Tak Terwujud
"Kini, dalam dua kuartal terakhir, ekonomi kita tumbuh di atas 5,4 persen. Kami menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai sekitar 6 persen pada semester kedua tahun ini," ungkapnya. Dengan pencapaian tersebut, Purbaya bercanda bahwa ia berharap mendapatkan bonus berupa harga diskon untuk Harley-Davidson. "Dia bilang, 'Kalau bisa majuin ekonomi, nanti dapat bonus beli Harley'. Saya sudah senang, oke, saya beli Harley. Ada bonusnya, diskon lah," tambahnya.
Namun, Purbaya mendapatkan peringatan dari Sekjen Kemenkeu, Robert Marbun, yang menyatakan bahwa diskon tersebut dianggap sebagai gratifikasi. "Tapi Sekjen saya bilang, 'Pak kalau diskon itu gratifikasi. Jadi enggak boleh. Bapak harus bayar pada harga penuh'. Yah, lemes gue," kelakarnya.
Cita-Cita Memiliki Harley yang Tertunda
Ini bukanlah pertama kalinya Purbaya mengungkapkan keinginannya untuk memiliki motor Harley-Davidson. Saat menghadiri lelang aset negara hasil sitaan Kejaksaan Agung pada bulan Juni, ia juga menyampaikan hal serupa. Purbaya sempat menanyakan mengenai tiga barang lelang yang belum dilunasi dan bertanya apakah salah satunya adalah Harley-Davidson.
"Barangnya apa Pak? Enggak ada Harley Davidson ya Bu? Kalau ada Harley-Davidson saya mau tebus Pak," ucap Purbaya. Ia bercanda bahwa keinginannya saat ini adalah memiliki motor gede tersebut, meskipun hal itu terhalang oleh larangan dari istrinya. "Saya enggak punya motor, tapi enggak boleh beli sama istri, Pak. Cuma cita-cita saja itu, Pak," ujarnya.
Purbaya juga menanyakan kapan BPA Fair akan kembali dilaksanakan, karena ia tertarik untuk membeli aset hasil sitaan yang dilelang dalam acara tersebut. Ia menceritakan pengalaman sebelumnya dalam mengikuti lelang dan berhasil mendapatkan aset berupa tanah dengan harga yang cukup baik. Selanjutnya, ia bertanya mengenai kemungkinan pejabat untuk ikut dalam lelang tersebut.
"Saya mau ikutan. Saya pernah beli lelang Pak, dapat tanah lumayan lah. Ini boleh kan pejabat? Boleh enggak? Boleh ya? Saya pengin dapat yang murah-murah juga. Enggak murah-murah amat kayaknya ya, harganya naik kan ya? Kalau saya lihat itu harga pembukaannya murah, tapi harganya tinggi juga," jelasnya.
Ia juga menyampaikan keinginannya untuk meminta pejabat lain untuk ikut membeli jika ada barang yang menarik. "Mungkin mereka enggak berani beli ya Pak. Sudah pada kaya kali ya? Cuma saya saja yang duitnya pas-pasan," tutup Purbaya dengan nada guyon.